Jauhi Dosa guna Hindari Penyakit Permusuhan

  • 25 Mar 2026 06:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Tradisi saling memaafkan di bulan Syawal merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mempererat silaturahmi. Namun, Ustaz Mansur, S.T., Pengasuh Majlis Ta’lim Nur Arofah Kota Kediri, menekankan bahwa meminta maaf tidak seharusnya menunggu momen setahun sekali.

“Sebagai makhluk sosial yang berinteraksi setiap hari, manusia berpotensi melakukan kesalahan yang menyinggung orang lain, sehingga budaya meminta maaf perlu dibiasakan setiap saat,” katanya dalam kajian Mutiara pagi, Rabu, 25 Maret 2026.

Ustaz Mansur mengatakan munculnya rasa permusuhan di tengah masyarakat sebenarnya berakar pada perbuatan dosa yang dilakukan manusia. Ia menjelaskan bahwa segala bentuk dosa, baik yang bersifat pribadi seperti meninggalkan salat atau kemaksiatan lainnya, akan menumbuhkan penyakit hati. Jika hati sudah kotor, maka rasa dengki, iri, sombong, dan amarah akan mudah tumbuh karena hati telah menjadi keras dan tertutup dari kedamaian.

"Penyakit hati dalam diri orang yang tidak beriman akan terus ditambah oleh Allah jika tidak segera diobati. Hati yang kotor membuat seseorang sulit untuk merasa tenang dan sulit pula untuk memberikan maaf kepada sesama," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi hati yang sehat adalah kunci utama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis tanpa adanya kebencian.

Lebih lanjut, Ustaz Mansur memberikan solusi praktis untuk memutus rantai permusuhan, yakni dengan menjauhi dosa-dosa pribadi terlebih dahulu. Dengan menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama, hati akan tetap bersih dan terhindar dari sifat-sifat buruk yang memicu pertikaian. Fokus pada perbaikan diri secara spiritual akan secara otomatis membentengi seseorang dari keinginan untuk memusuhi orang lain.

Ia juga mengajak semua muslim untuk senantiasa bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala khilaf yang dilakukan. "Karena manusia tidak terlepas dari dosa, maka perintah taubat menjadi jalan keluar agar hati yang tertutup penyakit bisa terbuka kembali. Taubat akan menyelamatkan kita dari permusuhan dan membuat hubungan antar manusia menjadi lebih aman serta damai," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....