Momen Imlek Dongkrak Penjualan Dupa di Kediri

  • 16 Feb 2026 17:11 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 mendorong peningkatan permintaan kebutuhan ritual keagamaan di Kabupaten Kediri. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan penjualan adalah dupa, seiring meningkatnya aktivitas ibadah masyarakat Tionghoa untuk merayakan Imlek.

Salah seorang pedagang dupa di Jalan Mastrip, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sri Lestari, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan penjualan dibanding hari biasa, meski angkanya relatif terbatas. Ia menyebut peningkatan penjualan dupa berada di kisaran sepuluh persen.

“Ada kenaikan, tapi tidak banyak. Sekitar 10 persen saja dari hari biasa. Jadi naiknya tidak signifikan,” ujar Sri Lestari saat ditemui RRI, Senin, 16 Februari 2026.

Menurut Sri, besaran kenaikan tersebut dipengaruhi oleh skala usahanya yang berstatus sebagai pedagang eceran, bukan perajin atau distributor utama.

“Karena saya pengecer, bukan perajin. Jadi kenaikannya kecil, tapi tetap ada untungnya,” katanya.

Sri menambahkan, jenis dupa yang paling banyak diminati masyarakat menjelang Imlek adalah dupa Gunung Kawi, disusul dupa beraroma melati yang kerap digunakan untuk ritual perayaan.

“Yang paling banyak dicari itu dupa Gunung Kawi. Setelah itu, dupa jasmine juga banyak dicari untuk Imlek,” ujarnya.

Selain dupa stik atau hio, sejumlah perlengkapan ritual lain seperti lilin dupa dan minyak esensial juga mengalami peningkatan permintaan.

Rekomendasi Berita