Dari Rias ke Jamu, Linda Kembangkan Kuliner Tradisional Kediri
- 28 Sep 2026 19:28 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi Linda, pegiat UMKM Kota Kediri sekaligus pemilik Griya Minum & Food. Sebelum menekuni usaha kuliner, Linda menggeluti usaha rias dan membuka salon. Namun, pandemi membuat usahanya sepi sehingga ia mencoba peruntungan dengan berjualan minuman herbal.
Ide tersebut berawal dari kebiasaannya membuat minuman herbal untuk konsumsi sendiri. Linda kemudian mencoba membuat kunir asem dan beras kencur yang saat itu dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Produk tersebut pertama kali dicoba kepada keluarga dan kerabat untuk mendapatkan masukan.
“Awalnya saya memang suka membuat minuman herbal untuk sendiri. Kemudian berpikir, kalau bisa bermanfaat untuk orang lain, kenapa tidak diteruskan,” kata Linda antusias, Senin, 28 September 2026.
Setelah mendapat berbagai masukan, Linda mulai berani memasarkan produknya kepada masyarakat. Ia mengaku perjuangan di awal usaha tidak mudah karena harus melakukan banyak promosi dan sempat mengalami kerugian. Untuk memperluas jaringan, ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan Pemerintah Kota Kediri, event UMKM, serta komunitas.
Produk yang dikembangkan Griya Minum & Food kini tidak hanya minuman herbal. Linda menawarkan lemon madu, bunga telang madu, hingga kunir asem yang dipadukan dengan buah kurma. Ia juga membuat sambal pecel kurma dengan kurma sukari sebagai pengganti gula. Produk tersebut justru menjadi salah satu produk yang paling diminati pelanggan.
“Best seller saya sambal pecel kurma. Selain itu ada makanan jadul seperti kerupuk pecel dan ote-ote. Untuk sajian khas Kota Kediri yaitu Tahu, saya juga membuat beberapa kreasi seperti tahu mercon isi sayur, bakso, dan ayam suwir,” ujarnya.
Dalam mempertahankan kuliner tradisional, Linda memilih melakukan inovasi tanpa meninggalkan karakter utama produknya. Pada minuman jamu, misalnya, ia membuat produk yang tidak memiliki ampas atau endapan seperti jamu pada umumnya. Ia juga menghadirkan variasi rasa, termasuk perpaduan dengan rasa seperti Yakult, untuk menarik konsumen.
“Jamu saya tidak seperti jamu yang lain. Biasanya jamu ada yang kental, ada ampas atau endapannya, kalau punya saya tidak ada ampasnya. Kemudian saya kasih beberapa varian rasa,” jelas Linda. Untuk pemasaran, ia memanfaatkan grup WhatsApp dan komunitas, serta mengikuti event UMKM ketika memiliki kesempatan. Sistem by order juga diterapkan untuk mengurangi risiko produk tidak terjual.
Menurut Linda, pelaku usaha tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk memulai. “Jangan gengsi dan jangan melihat ke atas. Punya modal sedikit langsung eksekusi sesuai kemampuan. Tidak harus buka lapak, bisa mulai dari orderan di WhatsApp karena gratis,” pesannya.
Ke depan, Linda berharap dapat membuka lapak untuk mengembangkan Griya Minum & Food, sekaligus mendorong generasi muda agar berani memanfaatkan peluang usaha dan ikut menjaga kuliner khas Nusantara, termasuk olahan tahu yang menjadi salah satu identitas kuliner Kediri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....