Dari Cookies ke Dapur Ragil, Bella Bertahan dan Berinovasi

  • 21 Sep 2026 17:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Membangun bisnis kuliner di tengah tantangan ekonomi bukan perkara mudah. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan bagi Bella Arfidya, S.Pd., pelaku bisnis kuliner Kediri Raya sekaligus owner Dapur Ragil dan Bhells Cookies, untuk terus bertahan, berinovasi, dan mengembangkan usahanya.

Perjalanan Bella membangun bisnis dimulai dari Bhells Cookies pada 2015. Saat itu, usaha masih dikerjakan bersama sang ibu dengan sistem open order dan produksi maksimal sekitar 50 toples kue kering. Setahun kemudian, usahanya mulai berkembang dengan bantuan seorang karyawan untuk proses produksi. Jumlah pesanan pun perlahan meningkat hingga sekitar 80 toples setiap musim Lebaran.

Perkembangan terus terjadi hingga pada 2019, Bhells Cookies mampu menerima sekitar 120 toples pesanan dengan dukungan dua karyawan. Meski demikian, Bella mengaku perjalanan tersebut tidak selalu mulus, terutama ketika harga bahan baku mengalami kenaikan. "Membangun bisnis di era sekarang itu sangat susah, jadi kita mencoba bertahan walaupun memang sangat berat," ujar Bella, kepada RRI, Senin, 21 September 2026.

Seiring waktu, Bella memperluas usahanya dengan mendirikan Dapur Ragil pada 2022. Jika Bhells Cookies berfokus pada produk kue kering, Dapur Ragil menghadirkan beragam kebutuhan kuliner sehari-hari, mulai dari kukis, katering, kue basah, hingga nasi kotak. Kini, usahanya telah didukung lima karyawan dan produksi Bhells Cookies dapat mencapai sekitar 1.500 toples dalam satu musim. Sejak 2020, Bhells Cookies juga membuka tiga musim pemesanan, yakni saat Lebaran, pertengahan tahun, dan akhir tahun.

Sebagai lulusan Sarjana Pendidikan, pilihan Bella untuk terjun penuh ke dunia usaha menjadi bagian dari perjalanan karier yang menarik. Ia kemudian mengembangkan produk dengan mengutamakan rasa dan kualitas. Beberapa menu yang menjadi pilihan pelanggan antara lain nasi daun jeruk, ayam bakar taliwang, serta produk Bhells Cookies seperti nastar, khususnya nastar keju yang menjadi salah satu produk andalan.

Menghadapi kenaikan harga bahan baku seperti telur, tepung, dan mentega, Bella memilih melakukan penyesuaian secara hati-hati. "Kualitas tetap kita pertahankan. Kalau ada penyesuaian, mungkin dari sisi gramasi produknya yang sedikit kita sesuaikan," ucapnya.

Sementara itu, aktivitas Dapur Ragil yang beroperasi setiap hari turut membantu menjaga keberlangsungan usaha di tengah perubahan kondisi pasar. Kreativitas juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan bisnis kuliner. Bella berusaha mengikuti perkembangan tren dengan mencari inspirasi menu baru dan mengikuti kursus baking. Menurutnya, tantangannya adalah bagaimana menghadirkan produk yang dapat diterima oleh berbagai generasi. "Kita harus pintar-pintar mencari inovasi baru, karena pembeli itu dari segala generasi," katanya.

Bella juga melihat adanya perubahan pola konsumsi masyarakat Kediri Raya, khususnya ketika konsumen mulai lebih selektif dalam membelanjakan uang. Produk makanan cepat saji dan lauk frozen menjadi salah satu pilihan karena praktis bagi masyarakat, terutama ibu yang bekerja.

Untuk memperluas pemasaran, Bella memanfaatkan media sosial, termasuk melakukan live dan kegiatan OTR atau on the road ketika pesanan sedang tidak terlalu ramai. Produk seperti donat, lumpia Semarang, tahu pedas, pisang ijo, ayam goreng pandan, dan ayam bakar taliwang turut dibawa dalam kegiatan tersebut hingga ke wilayah Trenggalek dan Prigi.

Dalam mengelola keuangan, Bella menerapkan pemisahan rekening bisnis dan rekening pribadi. Keuntungan dihitung secara berkala, sementara sebagian keuntungan dialokasikan sebagai dana darurat usaha. "Rekening bisnis harus dibedakan, jangan dicampur. Untuk dana darurat, kita ambil lima persen dari keuntungan total," ucapnya.

Menurut Bella, pengelolaan keuangan yang tertib menjadi salah satu hal penting agar perputaran modal usaha tetap terjaga. Untuk mempertahankan pelanggan, Bella kembali menekankan tiga hal, yakni rasa, kualitas, dan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pelanggan dapat memengaruhi citra sebuah usaha, terlebih ketika pengalaman tersebut dibagikan melalui media sosial. "Service itu nomor satu, kita harus ramah. Bisnis kuliner itu bisa rusak karena pelayanan yang kurang oke," katanya.

Ke depan, Bella memiliki target membuka restoran di kawasan antara Tulungagung dan Trenggalek, meski masih mencari lokasi yang sesuai. Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, ia berpesan agar tidak gengsi memulai dari kecil. "Berani mempromosikan, bisa jadi reseller dulu. Banyak yang gengsi ketika jualan, padahal bisa mulai dari hal kecil. Yang penting konsisten," tutur Bella.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....