LMI Perkuat Langkah Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

  • 02 Sep 2026 16:33 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • sebagian warga Flores mulai berupaya kembali menata kehidupan setelah gempa bumi magnitudo 7,7, kebutuhan pendampingan dan bantuan di sejumlah wilayah terdampak masih terus berjalan
  • Adapun pengiriman tambahan personel dan logistik dari LMI ini, secara umum bukan sekadar menambah kekuatan di lapangan
  • Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga terdampak tidak berjalan sendiri dalam melewati masa sulit, sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat Flores secara bertahap

RRI.CO.ID, Kediri – Ketika sebagian warga Flores mulai berupaya kembali menata kehidupan setelah gempa bumi magnitudo 7,7, kebutuhan pendampingan dan bantuan di sejumlah wilayah terdampak masih terus berjalan. Kondisi tersebut mendorong LAZNAS LMI memperkuat operasi kemanusiaan dengan mengirim tambahan personel rescue, kendaraan operasional, dan logistik ke Nusa Tenggara Timur.

Tambahan dukungan tersebut diberangkatkan dari Surabaya, sejak Kamis, 20 Agustus 2026. Saat itu, LMI mengirim dua personel rescue dan satu mobil rescue, disertai logistik untuk memperkuat tim yang sebelumnya telah berada di wilayah terdampak.

Menanggapi hal itu, pada Rabu, 2 September 2026, Direktur Operasional dan Pengembangan LAZNAS LMI Johantara Hafiyan Harish Fauzi menyatakan, penambahan personel dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tim dalam merespons kebutuhan masyarakat di lapangan. "Hari ini LMI memberangkatkan tambahan dua personel rescue dan satu mobil rescue. Kami juga membawa tambahan logistik untuk mendukung kebutuhan tim dan masyarakat terdampak di lapangan," ujar Johantara.

Menurutnya, personel tambahan akan memperkuat asesmen kondisi warga, distribusi bantuan, dukungan evakuasi, serta koordinasi dengan relawan dan berbagai pihak di daerah terdampak. Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, mengatakan operasi kemanusiaan LMI mencakup sejumlah wilayah, antara lain Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka. LMI juga membagi respons ke dalam beberapa zona agar distribusi bantuan dan pelayanan kepada warga dapat dilakukan lebih cepat.

"Data di lapangan masih sangat dinamis. Tim terus melakukan asesmen dan pemutakhiran untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat teridentifikasi dengan baik," kata Susanto.

Sejumlah kebutuhan dasar yang menjadi perhatian antara lain alas tidur, terpal, air minum, dukungan dapur umum, perlengkapan bayi dan keluarga, selimut, hygiene kit, genset, serta sembako. Hingga pembaruan LMI pada 20 Agustus, operasi kemanusiaan telah menjangkau 1.102 penerima manfaat.

Upaya bantuan tersebut berlangsung ketika penanganan pascagempa masih menghadapi tantangan berupa aktivitas kegempaan susulan. BMKG mencatat hingga 21 Agustus pukul 05.00 WIB terdapat 4.258 gempa susulan setelah gempa utama M7,7. Sebanyak 118 gempa dirasakan masyarakat dan 31 di antaranya memiliki magnitudo di atas 5,0.

Di sisi lain, penanganan darurat mulai menunjukkan perkembangan. BNPB melaporkan pada hari ketujuh pascagempa, pemulihan infrastruktur vital terus dikebut, termasuk layanan kelistrikan di wilayah Flores bagian timur dan barat yang telah kembali pulih 100 persen. Distribusi energi juga kembali berjalan normal untuk mendukung mobilitas warga dan penyaluran bantuan.

BNPB juga terus memperkuat distribusi logistik dan pemulihan rumah warga yang terdampak. Dukungan perbaikan rumah disiapkan berdasarkan tingkat kerusakan setelah proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara akurat. ([BNPB][3])

Regional Manager LMI Bali Nusra Achmad Ramadhani Prakoso mengatakan, kondisi kegempaan masih menjadi perhatian sehingga respons kemanusiaan harus dilakukan secara adaptif sesuai perkembangan di lapangan.

"LAZNAS LMI memastikan operasi respons kemanusiaan akan terus dilakukan bersama relawan dan mitra di lapangan, dengan prioritas pada penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, serta pendampingan masyarakat terdampak menuju tahap pemulihan," katanya.

Sementara itu, masyarakat asal Kota Kediri, Febry Tri menyebutkan, bantuan tersebut bukan hanya tentang logistik yang sampai ke lokasi bencana, tetapi juga tentang hadirnya kepedulian dari berbagai daerah untuk membantu warga Flores melewati masa sulit. "Dukungan yang terus bergerak diharapkan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat terdampak untuk perlahan bangkit dan memulihkan kehidupan mereka," kata Febry.

Adapun pengiriman tambahan personel dan logistik dari LMI ini, secara umum bukan sekadar menambah kekuatan di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga terdampak tidak berjalan sendiri dalam melewati masa sulit, sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat Flores secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....