Perkuat Bantuan ke NTT, LMI Tambah Tim Rescue dan Logistik Pascagempa

  • 21 Agt 2026 05:57 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • LAZNAS LMI memperkuat operasi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur pascagempa magnitudo 7,7.

RRI.CO.ID, Kediri - LAZNAS LMI memperkuat operasi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur pascagempa magnitudo 7,7. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, diberangkatkan tambahan dua personel rescue, satu mobil operasional, dan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.

Gempa M7,7 mengguncang Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut.

Direktur Operasional dan Pengembangan LAZNAS LMI, Johantara Hafiyan Harish Fauzi mengatakan, pengiriman tambahan ini untuk memperkuat tim yang sudah lebih dulu diterjunkan. "Hari ini kami memberangkatkan tambahan personel dan kendaraan rescue. Logistik juga kami bawa untuk mendukung kebutuhan tim dan warga terdampak," ujar Johantara.

Ia menyebutkan, tugas utama tim tambahan adalah melakukan asesmen, distribusi bantuan, dukungan evakuasi, serta berkoordinasi dengan relawan dan pemerintah daerah. "Kami menyesuaikan respons dengan kebutuhan di lapangan agar bantuan tepat sasaran dan efektif," katanya.

Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto menjelaskan fokus operasi saat ini berada di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka. Data LMI Rescue per Kamis (20/8) mencatat 22.365 rumah rusak, 1.182 orang luka, 40.040 orang mengungsi, dan 70 orang meninggal. Selain itu terdampak juga 39 ruas jalan, 173 tempat ibadah, 211 fasilitas kesehatan, dan 653 sekolah.

"Data terus kami perbarui. Tim di lapangan masih melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi," kata Susanto.

Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi tenda, terpal, air minum, dapur umum, baby kit, family kit, selimut, hygiene kit, genset, dan sembako. Untuk mempercepat penyaluran, LMI membagi wilayah operasi ke dalam 3 zona. Zona 1 Manggarai Timur fokus shelter dan dapur umum. Zona 2 Manggarai Barat untuk shelter, dapur umum dan evakuasi. Zona 3 Maumere dan Nagekeo fokus distribusi logistik, asesmen dan evakuasi.

LMI telah mendirikan pos utama di Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, serta pos aju di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka. Hingga kini bantuan telah menjangkau 1.102 penerima manfaat.

Gempa susulan masih terjadi. BMKG mencatat gempa M5,7 mengguncang Ruteng pada 20 Agustus. Sementara data BNPB per pukul 09.00 WIB mencatat 72 orang meninggal, 900 luka-luka, dan 82.691 orang mengungsi.

"Operasi kemanusiaan akan terus kami lakukan bersama relawan hingga tahap pemulihan," katanya.

Warga Kabupaten Kediri, Aji mengaku, prihatin dengan musibah gempa yang menimpa saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur. Ia berharap bantuan yang disalurkan LMI dapat meringankan beban para korban.

"Saya ikut sedih lihat berita di NTT. Semoga bantuan dari LMI dan relawan yang dikirim bisa sampai ke warga yang paling membutuhkan dan bisa membuat mereka cepat bangkit lagi," kata Aji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....