Geliat Emak-Emak Kediri dari Pencinta Drakor Jadi Melek AI

  • 26 Jun 2026 18:52 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kebiasaan ibu rumah tangga (IRT) dalam menggunakan gawai kini mulai bergeser dari sekadar konsumen hiburan menjadi kreator digital yang produktif. Kelompok emak-emak di Kediri membuktikan bahwa keterbatasan usia bukan halangan untuk menguasai teknologi modern. Melalui wadah Kediri Technopark, para ibu rumah tangga kini aktif mempelajari perangkat komputer hingga pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI).

Lilik Nurhayati, sebagai pelaku nyata gerakan ini, menceritakan bagaimana perubahan besar terjadi dalam komunitasnya selama enam bulan terakhir. Banyak ibu rumah tangga yang awalnya menggunakan kuota internet hanya untuk menonton drama Korea (drakor), drama China (dracin), dan video lucu, kini justru mahir memproduksi konten.

Di usia yang menyentuh setengah abad, emak-emak ini mulai belajar membuat flyer, menyunting video, hingga mengoperasikan komputer untuk keperluan produktif. "Hampir semua emak-emak kan sekarang pasti pegang smartphone, dan awalnya hanya untuk hiburan semata seperti drakor, dracin, video lucu, atau berita artis lainnya. Namun pengalaman saya semenjak gabung Technopark enam bulan terakhir, emak-emak usia 50 tahun ini sudah belajar komputer, belajar AI, bikin flyer, mengedit video, hingga buat konten," ujar Lilik Nurhayati saat membagikan pengalaman nyatanya ke RRI, Jumat, 26 Juni 2026.

Menanggapi fenomena tersebut, Founder Kediri Technopark, Sam B. Taufik, menilai bahwa era digital menyajikan wadah dan peluang ekonomi yang sangat besar bagi kelompok ibu rumah tangga. Menurutnya, waktu luang yang dimiliki para ibu di rumah dapat dioptimalkan menjadi karya nyata, khususnya dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Strategi yang krusial saat ini adalah mempertajam cara berkampanye di dunia digital agar pemasaran kelompok emak-emak ini bisa menjangkau pasar yang lebih luas. "Era digital ini jadi satu kesempatan besar untuk IRT, karena IRT ini banyak di rumah tapi bukan menganggur ya. Dunia digital bisa jadi wadah untuk berkarya dari rumah. Bisnis itu tetap sama, di dunia nyata atau digital, kita memang bisa menjangkau lebih luas, tapi bisnis harus telaten, punya strategi, dan punya value," kata Sam.

Lebih lanjut, Lilik Nurhayati membagikan tips praktisnya dalam membagi waktu antara urusan domestik rumah tangga dan pembuatan konten kreatif. Menurutnya, keterbatasan kemampuan teknis bukanlah sebuah hambatan besar asalkan ada konsistensi untuk terus memproduksi konten harian yang memiliki nilai manfaat. Tantangan membagi waktu disiasati dengan merekam aktivitas harian bersamaan dengan penyelesaian pekerjaan dapur.

"Kita sisihkan waktu buat konten 30 detik sampai 1 menit. Sambil berkegiatan domestik rumah, sambil take konten juga. Tidak harus ahli, yang penting konsisten. Pakai aplikasi editing yang gampang, sekarang sudah ada AI yang lebih memudahkan ibu-ibu. Segera mulai, segera belajar, kita bisa jadi siapapun yang kita inginkan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....