Dukung Swasembada Gula, Gubernur Khofifah Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu

  • 23 Mei 2026 03:22 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Untuk mendukung tercapainya swasembada gula, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Kediri
  • Jawa Timur memiliki komitmen kuat dalam mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto
  • Kabupaten Kediri memang menjadi salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur dengan luas lahan tebu mencapai 22.297 hektare

RRI.CO.ID, Kediri - Untuk mendukung tercapainya swasembada gula, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Kediri.

Pada agenda yang digelar Sabtu, 23 Mei 2026, bersama Poktan Semoga Jaya, Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Gubernur Khofifah menyampaikan, pada momentum serupa, terlaksana Program Bongkar Ratoon Tebu serentak di 11 Kabupaten dan 15 titik di Jawa Timur.

"Namun dari total luasan lahan tersebut, memang areal tanam terluas ada di wilayah Kabupaten Kediri. Untuk itu, agenda Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon ini dipusatkan di Kabupaten Kediri," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam konferensi pers, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ditambahkan Gubernur Khofifah, dengan agenda tanam perdana tebu tersebut maka diharapkan akan menghasilkan produktivitas gula lokal yang bagus.

"Jika berbicara tentang kualitas, kami selalu berharap pada musim giling tahun ini, tingkat rendemen tebunya bisa meningkat menjadi 8,5 persen," kata Gubernur Khofifah.

Apabila hal itu terealisasi, imbuhnya, maka capaian rendemen tebu tersebut akan lebih tinggi dibandingkan dengan performa rendemen pada musim sebelumnya.

Gubernur Khofifah menilai, Jawa Timur memiliki komitmen kuat dalam mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, program bongkar ratoon menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen petani.

"Saat ini, percepatan bongkar ratoon harus terus dilakukan. Namun hal paling penting adalah ekosistem pasca penggilingan gula juga harus dipastikan berjalan baik," katanya.

Di tempat ini, sebut Gubernur Khofifah, petani tebu tidak hanya membutuhkan dukungan saat proses tanam, tetapi juga kepastian pasar setelah hasil gula diproduksi. Apalagi, persoalan utama yang sempat terjadi beberapa waktu lalu adalah hasil gula petani tidak terserap maksimal saat proses lelang berlangsung.

"Kini, permasalahannya bukan harga murah. Tapi tidak ada penawaran saat lelang gula dilakukan. Nah penyebabnya adalah membanjirnya gula rafinasi di pasar sehingga gula produksi petani Jawa Timur sulit bersaing dan distribusinya terhambat, sehingga Pemprov Jawa Timur terus mendorong pengawasan ketat terhadap impor gula rafinasi agar hanya digunakan untuk kebutuhan industri dan tidak masuk ke pasar gula konsumsi," ungkapnya.

Adapun Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menyebut sekitar 85 persen produksi gula nasional saat ini berasal dari Jawa Timur.

"Tahun ini target bongkar ratoon nasional mencapai 97 ribu hektar dan Jawa Timur menjadi penopang utamanya," ujarnya.

Mahmudi mengemukakan, program bongkar ratoon dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu, kapasitas giling pabrik gula, hingga kenaikan rendemen yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

"Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah dengan target bongkar ratoon tertinggi di Jawa Timur. Target di Kediri mencapai 7 ribu hektar dan saat ini sudah terbit SK untuk lebih dari 2 ribu hektar," kata Mahmudi.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menambahkan, Kabupaten Kediri memang menjadi salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur dengan luas lahan tebu mencapai 22.297 hektare.

"Pada tahun 2025, capaian bongkar ratoon di Kabupaten Kediri tercatat mencapai 3.864 hektar, baik melalui dukungan APBN maupun swadaya petani," kata Wabup Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....