Jangkar Kelud Ajak Relawan Waspadai Potensi Erupsi Gunung Kelud
- 18 Apr 2026 23:55 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Erupsi Gunung Kelud yang berada di Provinsi Jawa Timur merupakan ancaman bencana permanen yang perlu diwaspadai. Karena Gunung Kelud tidak pernah ingkar janji, yang artinya suatu saat akan datang kembali atau mengalami erupsi.
Hal itu disampaikan Koordinator Jangkar Kelud Kabupaten Kediri sekaligus Sekjen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, Catur Sudarmanto, Sabtu, 18 April 2026. Dalam sebuah acara halah bihalal di wisata Ragil Kuning, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
“Suatu saat Gunung Kelud pasti akan meletus kembali, tinggal bagaimana kita ini menyikapi yang suatu saat akan datang lagi. Erupsi 2014 yang menurut catatan termasuk cukup besar sepanjang abad ini, tapi nyatanya zero victim (nol korban) ketika Gunung Kelud erupsi tanggal 13 Februari 2014 malam,” ujarnya.
Ia menambahkan saat erupsi 2014 memang terdapat enam orang yang meninggal, namun hal itu terjadi pasca erupsi Gunung kelud dan diakibatkan terkena aliran listrik, jatuh dan tertimpa dinding. “Tapi ketika erupsi Gunung Kelud terjadi masyarakat mampu melakukan evakuasi secara mandiri, karena telah mendapatkan edukasi dari berbagai pihak tentang kebencanaan,” ucapnya.
Sementara Dian mewakili Kepala BPBD Kabupaten Kediri dalam sambutannya berharap relawan Jangkar Kelud perlu melakukan regenerasi. “Saya melihat saat ini teman-teman Jangkar Kelud ini sudah sepuh (tua), harapan kita sebagai BPBD Kabupaten Kediri tonggak estafet ini harus diajarkan kepada generasi muda,” katanya.
Hal tersebut bertujuan agar semangat yang ditanamkan oleh para pendahulu, sesepuh Jangkar Kelud dapat diwariskan kepada yang muda dengan saling mengajarkan, saling asah, dan saling asuh. Acara Riayan (halal bihalal) yang digelar juga merupakan peringatan ke 18 tahun berdirinya Jangkar Kelud.
Kagiatan juga mengundang BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD yang ada di wilayah sekitar Kediri, seperti Blitar, Malang, Batu, Jombang, Tulungagung, Madiun, dan Nganjuk. “Maka peran kita inilah harus kita lakukan, dan kita tingkatkan pendampingan terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak paling besar, jangan pernah bosan, patah arang, kita harus tetap semangat walaupun menemukan kendala seperti cacian,” ucap Mbah Darmo sapaan akrab Catur Sudarmanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....