OJK Gandeng Pesantren Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dukung Program MBG
- 14 Apr 2026 21:55 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui Penguatan Ekosistem Pesantren
RRI.CO.ID, Kediri - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui Penguatan Ekosistem Pesantren. Langkah ini disebut sebagai strategi mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada Selasa, 14 April 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono dalam Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), menyatakan, acara ini merupakan kolaborasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan PBNU. "Pesantren memiliki peran penting karena jumlah santrinya signifikan. Selain pusat pendidikan, pesantren juga penggerak ekonomi masyarakat dan bagian dari ekosistem yang mendukung program pemerintah," kata Dicky Kartikoyono, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.
Menurutnya, program pemerintah saat ini tidak hanya bicara kebutuhan hari ini. Akan tetapi juga untuk generasi ke depan. "Oleh karena itu, hal ini sebuah kebersyukuran ketika ada program berorientasi jangka panjang," kata Dicki.
Ia menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya soal pemenuhan gizi, tapi juga peningkatan kualitas SDM sejak dini. Program ini sekaligus membuka peluang ekonomi. Ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan bisa masuk rantai pasok MBG.
Masyarakat sekitar pesantren berpeluang jadi pemasok sehingga tercipta perputaran ekonomi. Dicky mengatakan, OJK hadir tak sekadar sebagai regulator, tapi juga katalis dan fasilitator.
Lewat FEBIS, pelaku usaha dikenalkan pada pembiayaan syariah dan dipertemukan langsung dengan lembaga jasa keuangan melalui business matching. "Penguatan ekosistem pesantren butuh kolaborasi pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, pesantren, dan masyarakat," katanya.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya menyebutkan, saat ini MBG berguna untuk era kekinian dan masa depan. Program menyasar kelompok rentan ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik termasuk santri.
"Pemerintah ingin memastikan sejak dalam kandungan, generasi penerus bangsa sudah dapat asupan gizi yang baik," katanya.
Sony mengemukakan, MBG melibatkan jutaan relawan dari kelompok ekonomi rendah sehingga memberi dampak langsung pada kesejahteraan dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang hadir dalam kegiatan itu, menekankan dukungan penuh terhadap MBG. Ia menilai, program ini fundamental untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri di masa depan.
"Melalui adanya program ini kami ingin meningkatkan kualitas manusia seutuhnya yang dididik dan dihasilkan oleh Pesantren. Khususnya manusia yang secara intelektual unggul secara fisik insya Allah akan semakin unggul dengan program-program ini dan tentu unggul pula secara rohaniah," kata Gus Yahya.
Adapun Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengaku, pihaknya bangga bisa menjadi tuan rumah kegiatan FEBIS dan SAKINAH di Ponpes Lirboyo. Hal ini wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam mendukung program prioritas pemerintah.
"Dengan kolaborasi bersama PBNU, Badan Gizi Nasional, serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah, OJK Kediri berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan santri dan pelaku usaha pesantren, tetapi juga memperkuat akses pembiayaan, mendorong pengembangan usaha yang sehat dan berkelanjutan, serta menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,” kata Ismirani.
Dalam agenda tersebut juga digelar simbolisasi pembukaan akses keuangan syariah pada pesantren dan penandatanganan prasasti untuk 27 SPPG sebagai bagian penguatan ekosistem pesantren.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....