Menumbuhkan Sikap Moderat Beragama untuk Menjaga Persatuan Bangsa

  • 10 Mar 2026 20:53 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Di tengah kemajemukan ibu pertiwi, mengejawantahkan dan memaknai moderasi beragama untuk mejaga persatuan bangsa dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan sikap moderat. Hal ini disampaikan oleh Dr. KH. Hanifudin, M.Ag., Dosen Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), Jombang, dalam Dialog Ruang Publik, Selasa, 10 Maret 2026.

“Hampir 300 juta jiwa penduduk di Indonesia tersebar dengan suku, agama, dan ras yang berbeda-beda. Tanpa menanamkan sikap moderat, maka akan sulit memahami dan menghargai perbedaan,” kata Hanif, sapaan akrabnya. “Perbedaan di negeri ini begitu banyak dan mendasar. Kita dituntut untuk tidak ekstrem meyakini keyakinan kita yang paling benar.”

Memasuki pertengahan segmen, Hanif menyebut bahwasannya di kampus tempatnya mengajar telah menghadirkan iklim moderasi beragama. “Di UNHASY, meskipun kampus Islam, namun ada karyawan yang beragama Hindu dan masih awet bekerja sampai sekarang,” ujar Hanif. “Alam dan geopolitik di Indonesia sudah berbeda dengan zaman dulu. Masyaraktnya semakin moderat.”

Pemahaman yang harus ditanamkan sejak usia dini adalah lima pilar toleransi sebagai muara tumbuhnya sikap moderat dalam diri sesorang, yakni toleransi beragama, toleransi sosial, toleransi budaya, toleransi berpendapat, dan toleransi lingkungan. Selain itu, sikap akomodatif terhadap budaya lokal juga penting untuk memahami dan menghargai ragam perbedaan yang ada.

“Agama adalah keyakinan, suara hati, suara batin kita yang seharusnya mampu mengendalikan emosi. Dibutuhkan keteduhan informasi keagamaan di berbagai platform yang melahirkan ketenangan, “ ucap Hanif. “Para guru di sekolah, akademisi, semua memiliki andil besar dalam mengajarkan dan memberikan pemahaman yang tepat tentang moderasi beragama."

Rekomendasi Berita