Operasi Pasar Murah Belum Efektif Atasi Lonjakan Harga

  • 05 Mar 2026 03:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Operasi pasar murah yang kerap digelar menjelang Ramadan dinilai belum mampu menjadi solusi jangka panjang menahan lonjakan harga pangan. Direktur Pasar Komoditi Nasional Indonesia (PASKOMNAS) Ir. Soekam Parwadi menyebut kebijakan tersebut masih bersifat sementara.

Hal itu disampaikan Soekam dalam Program Beranda Asta Cita ‘Suara Nusantara’, Rabu 4 Maret 2026. Menurutnya, prinsip ketahanan pangan terletak pada ketersediaan dan keterjangkauan, sementara sekitar 80 persen masyarakat Indonesia berada pada kelompok berpendapatan menengah ke bawah.

“Operasi pasar murah sampai saat ini hanya bersifat sementara dan setelahnya harga akan normal bahkan naik lagi,” ujar Soekam.

Ia juga menilai kebijakan itu belum menguntungkan seluruh pelaku rantai distribusi. Jika terlalu sering dilakukan, dampaknya justru dirasakan pedagang dan petani.

“Yang diuntungkan hanya konsumen. Pedagang dan petani sudah banyak menanam modal, ketika harga dibuat sangat murah maka mereka dipastikan merugi,” tegasnya.

Sebagai alternatif, PASKOMNAS menawarkan konsep penguatan pasar induk sebagai pusat distribusi dan pembentukan harga. Menurut Soekam, produksi harus dirancang sesuai kebutuhan pasar dengan pendataan rutin pusat-pusat konsumsi di kota besar.

“Pasokan ke pasar harus sama dengan kebutuhan. Pasar induk adalah magnet produsen dan tempat terbentuknya harga. Stabilisasi harga tidak bisa hanya di lingkup daerah, tetapi harus skala nasional,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita