Ketahanan Pangan Mandiri Penting sebagai Antisipasi Terjadi Bencana

  • 04 Mar 2026 02:49 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Ketahanan pangan mandiri penting untuk dilakukan sebagai antisipasi terjadinya bencana baik alam maupun non alam. Hal ini disampaikan oleh Endang Pertiwi, Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri Kota Kediri, Jawa Timur, dalam Program Beranda Asta Cita ‘Mitigasi Kebencaan – Kentongan’ RRI Kediri, Selasa sore, 3 Maret 2026.

“Kita sudah mengetahui viralnya berita tentang dampak perang Amerika Serikat dan Iran terhadap Indonesia, yakni terkait ancaman lonjakan harga bahan pokok dan BBM,” kata Endang. “Memang harapannya hal itu tidak sampai terjadi. Namun langkah antisipasi perlu dilakukan melalui rencana ketahanan pangan mandiri di lingkup terkecil, yakni keluarga.”

Menurut Endang, bagaimana kebutuhan sehari-hari bisa terus terpenuhi dengan baik dalam jangka panjang ketika semua harga mahal. “Kebutuhan sehari-hari juga berhubungan dengan asupan gizi yang juga dibutuhkan,” ujarnya. “Satu-satunya cara adalah memanfaatkan lahan dan segala yang ada di sekitar untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kebutuhan gizi mandiri.”

“Awali dengan bertani dan beternak kecil-kecilan. Manfaatkan barang bekas seperti galon, botol, untuk media tanaman polybag yang tidak membutuhkan lahan luas,” ucap Endang. “Tanam padi dalam polybag bisa dilakukan. Dalam satu polybag besar, padi basah 300 – 500 gram sudah bisa dipanen dalam waktu tiga sampai empat bulan. Pakai pupuk kompos agar hama lebih terkontrol”.

“Budidaya ikan lele juga bisa dilakukan dengan media galon atau ember bekas. Satu galon diisi 25 sampai 35 bibit lele. Satu galon juga bisa diisi sepuluh bibit lele yang sudah besar,” kata Endang. “Sekarang juga sudah banyak tutorial beternak unggas dengan model lahan sempit. Harapannya keluarga kita tetap survive manakala krisis pangan terjadi."

Rekomendasi Berita