Januari 2026, Kota Kediri Alami Deflasi 0,37 Persen

  • 12 Feb 2026 03:40 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Kediri mengalami deflasi sebesar 0,37 persen pada Januari 2026. Kondisi ini sejalan dengan tren deflasi yang juga terjadi di Jawa Timur maupun secara nasional.

Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan deflasi Januari 2026 secara month to month tercatat minus 0,37 persen. Sementara Jawa Timur mengalami deflasi 0,20 persen dan nasional sebesar 0,15 persen.

“Pada Januari 2026 Kota Kediri mengalami deflasi minus 0,37 persen. Ini juga terjadi di Jawa Timur dan nasional, jadi bukan hanya fenomena lokal,” kata Emil dalam dialog interaktif RRI Kediri, Rabu 11 Februari 2026.

Meski demikian, secara tahunan atau year on year (yoy), Kota Kediri masih mencatat inflasi 3,30 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding Jawa Timur sebesar 3,29 persen, namun masih di bawah inflasi nasional 3,55 persen.

Menurut Emil, deflasi terutama dipicu penurunan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sekitar 0,54 persen. Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan, seperti perawatan pribadi dan jasa lainnya, termasuk harga emas.

“Penurunan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara harga emas justru naik karena permintaan cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menilai kondisi deflasi masih dalam batas aman karena perhitungan didasarkan pada perbandingan harga Januari 2026 dengan rata-rata harga Desember 2025. Selain itu, sektor pertanian dinilai menjadi penopang stabilitas harga di Kediri.

“Deflasi ini masih aman. Kota Kediri punya penyangga ekonomi cukup kuat, salah satunya dari sektor pertanian,” tambahnya.

Emil juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menjelang Ramadan, karena tren harga komoditas biasanya mengalami kenaikan.

“Biasanya saat Ramadan harga cenderung naik, jadi masyarakat diharapkan menyikapinya secara wajar,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....