​KAI Ajak Pelajar SMP 6 Nganjuk Cegah Vandalisme

  • 28 Jan 2026 19:47 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengajak pelajar SMP Negeri 6 Nganjuk ikut mencegah aksi vandalisme.

"Mari sama-sama menjaga keselamatan masyarakat lewat upaya antisipasi aksi vandalisme," kata Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan KA yang menyasar generasi muda, bertempat di SMPN 6 Nganjuk, Rabu, 28 Januari 2026.

Tohari menyatakan, hal ini dilakukan seiring komitmennya dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, serta minim gangguan dari eksternal. Adapun, kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun ini diikuti dengan antusias oleh sedikitnya 750 murid.

"Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Sekolah SMPN 6 Nganjuk, Tatiek Setyari, beserta jajaran dewan guru," kata Tohari.

Menurutnya, edukasi kepada pelajar sangat penting diselenggarkan karena mereka merupakan agen perubahan. Mereka diharapkan, bisa membantu menyebarkan budaya keselamatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

"Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap fasilitas publik, khususnya perkeretaapian," katanya.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini para siswa memahami bahwa tindakan sekecil apa pun di jalur KA dapat berdampak besar pada keselamatan nyawa orang banyak.

"Dalam kegiatan tersebut, Tim Humas KAI memaparkan materi mengenai transformasi KAI dan berbagai inovasi layanan terkini," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, Tim PAM memberikan pemahaman kepada siswa terkait larangan beraktivitas di jalur KA, seperti bermain, berfoto selfie, menerbangkan layang-layang, hingga menaruh benda asing di atas rel.

"Misalnya, bahaya pelemparan KA, yang dapat merusak sarana dan mengancam keselamatan penumpang serta petugas," ungkapnya.

Selain itu, imbuhnya, di lokasi sama juga dilakukan edukasi Perlintasan Sebidang, mengenai tata cara melintas yang aman dengan mengutamakan perjalanan kereta api serta dampak negatif vandalisme. Seperti, aksi corat-coret atau perusakan fasilitas yang mengganggu operasional.

"Sebagai bentuk komitmen nyata, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pembacaan Janji Komitmen Siswa. Para siswa berikrar untuk tidak melakukan aksi vandalisme," katanya.

Tak hanya itu, diketahui mereka juga bersedia berperan aktif dalam menjaga keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api di wilayahnya

Ia mengemukakan, dengan adanya sinergi antara KAI dan institusi pendidikan ini, bakal tercipta budaya disiplin. Sebab,  keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....