Serap Lulusan Sarjana Gizi, Dampak Positif Lain MBG
- 27 Jan 2026 16:19 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak positif terhadap lulusan Sarjana Gizi (S1) di Indonesia khusunya di Kabupaten Kediri. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan unit pelaksana teknis Badan Gizi Nasional (BGN) yang memproduksi dan mendistribusikan MBG saat ini membutuhkan sarjana gizi.
Ketua Asosiasi Dietesien Indonesia (AsDI) Korwil Kediri, Kurnia Resi. S.Gz., Selasa, 27 Januari 2026 menjelaskan pihaknya bersyukur bahwa saat ini profesi gizi banyak yang melirik dan viral. Bahkan karena lulusan sarjana gizi terbatas, terdapat wacana lulusan SMA akan dilatih selama tiga bulan untuk menjadi ahli gizi di SPPG.
“Sebenarnya saya berterima kasih sekali dengan adanya MBG ini bisa mengangkat profesi ahli gizi, sekarang seolah-olah ahli gizi itu sombong, sangat dibutuhkan dan lulusannya sedikit. Dibuktikan dengan setiap mencari ahli gizi untuk SPPG itu tidak ada sekarang, sudah sold out semua meski menghubungi kampus swasta maupun negeri, kebanyakan sudah terserap di SPPG,” ujarnya.
Ia menambahkan dengan sulitnya mencari lulusan sarjana gizi, untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di SPPG, mengarah pada Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang memiliki orientasi pendidikan khusus gizi. Namun keilmuan yang dipelajari dengan lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat berbeda dengan lulusan dari sarjana gizi.
Kurnia Resi megungkapkan pemenuhan gizi sangat penting bagi perkembangan anak yang dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). “HPK merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan manusia yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari),” katanya.
Untuk mewujudkan generasi emas 2045, setiap bayi hingga usia dua tahun harus tercukupi kebutuhan gizinya, mulai dari DHA, omega-3, sayuran, protein, mineral, dan lainnya untuk perkembangan otak. Pihaknya juga menyoroti tentang keberadaan SPPG agar tidak hanya menyediakan MBG, tetapi ahli gizi dapat memberikan edukasi khsususnya anak sekolah tentang manfaat dan menu yang diolah.
“Mungkin setiap beberapa bulan sekali ahli gizi dari SPPG dapat hadir di sekolah-sekolah peneriman manfaat. Hal itu untuk menjelaskan tentang jenis sayuran seperti brokoli, maupun jenis lauk dan lainnya serta manfaat menu yang disajikan,” ucap Kurnia Resi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....