Sebelas Kereta di Daop 7 Terdampak Gempa Pacitan

  • 27 Jan 2026 15:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sebelas Kereta Api (KA) yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun terdampak musibah gempa dengan sumber kegempaan di Pacitan, Selasa, 27 Januari 2026. "Sebanyak 11 kereta di wilayah kami terpaksa berhenti luar biasa akibat adanya gempa magnitudo 5.5 dengan pusat gempa lokasi 8.14 LS, 111.33 BT (25 Km Timur Laut Pacitan-Jawa Timur) kedalaman 105 Km pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 08.20 WIB," kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, dalam keterangannya Selasa, 27 Januari 2026.

Tohari merinci, rangkaian kereta yang terdampak antara lain, KA Madiun Jaya (KA 143B) relasi Madiun-Pasarsenen dan berhenti di Stasiun Walikukun. Ada pula, KA Kahuripan (KA 274) relasi Kiaracondong-Blitar berhenti di Stasiun Walikukun, dan KA BIAS (KA 576A) relasi Adi Soemarmo-Madiun berhenti di Stasiun Madiun.

Ada pula, imbuhnya, KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen (KA 161) berhenti di Stasiun Madiun, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen Jakarta (KA 89) berhenti di petak jalan antara Stasiun Saradan-Caruban, dan KA Sancaka (KA 84B) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng berhenti di petak jalan antara Stasiun Ngawi-Geneng. Selain itu, tampak KA Singasari (KA 150) relasi Pasarsenen-Blitar berhenti di petak jalan Magetan Madiun.

"Tak hanya itu, KA Sancaka (KA 81B) relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta berhenti di Stasiun Nganjuk, KA Malabar (KA 69) relasi Malang-Bandung berhenti di Stasiun Papar, Kediri, serta KA Parcel Tengah (KA 302) di petak jalan antara Sukomoro-Baron Nganjuk, dan KA Commuter Line Dhoho (KA 402) berhenti di Stasiun Ngujang," katanya.

Lebih lanjut, Tohari mengatakan, pemberhentian luar biasa itu dilakukan sesuai Standar Operasional (SOP) bila terjadi gempa. Kemudian, semua KA berhenti untuk menunggu pemeriksaan jalur KA.

"Adapun untuk kebijakan menunggu ini, dipastikan harus semua jalur aman dilewati KA di wilayah pasca gempa. Apabila gempa dirasakan, maka KA yang sedang dalam perjalanan diminta berhenti secara serentak. Hal itu dilakukan oleh pengendali KA melalui radio lokomotif terpusat," katanya.

Setelah seluruh KA berhenti, Tohari mengemukakan, petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) melakukan pemantauan guna memastikan kondisi jalan maupun jembatan dalam kondisi aman dilewati KA pascagempa yang terasa. "Lantas, ketika jalur dinyatakan aman untuk dilintasi KA, pada pukul 08.49 semua KA dapat berjalan normal sesuai grafik perjalanan KA," katanya.

Ia meyakini, berbagai upaya ini diwujudkan seiring komitmen KAI yang selalu mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan KA. Potensi bahaya sekecil apapun harus diminimalkan guna memastikan keselamatan penumpang dan petugas KA.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....