Kuota Pupuk Subsidi Kecamatan Plemahan Kediri Bertambah

  • 06 Jan 2026 22:28 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Sebanyak 75 kelompok tani yang ada di 17 desa se-Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri pada tahun 2026 mendapat penambahan kuota pupuk subsidi. Alokasi yang ada berdasarkan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani untuk pupuk subsidi selama satu tahun.

Bagus Esa Iqbal Tawakhal, petugas verifikasi dan validasi pupuk subsidi, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Plemahan dari Dispertabun Kabupaten Kediri, Selasa (6/1/2026) menjelaskan penambahan pupuk subsidi diharapkan dapat menunjang produktifitas petani.

Program swasembada pangan dari kementrian Pertanian RI tahun 2025 telah tercapai, dan pada tahun 2026 diharapkan dapat berkelanjutan dengan adanya peingkatan produksi. “Untuk alokasi tahun 2026 Kecamatan Plemahan mendapatkan 2.420 Ton pupuk Urea, NPK mengalami kenaikan mendapatkan 2.079 Ton. Untuk pupuk Organik mendapatkan 999 Ton atau hampir 1.000 Ton, sedangkan untuk pupuk ZA mendapatkan 6,7 Ton,” ujarnya.

Sementara Supeno Koordinator BPP Plemahan, Kabupaten Kediri mengatakan adanya penambahan kuota pupuk subsidi pemerintah menggalakkan swasembada pangan, terutama peningkatan produksi padi dan jagung. Pendistribusian pupuk subsidi saat ini sangat dipermudah, sehingga petani hanya menunjukkan KTP dapat menebus pupuk pada kios yang telah ditunjuk.

“Dengan adanya peningkatan ini harapannya memang pemerintah sekarang sangat menggalakkan untuk swasembada pangan. Untuk distribusi sekarang sangat dipermudah, petani hanya menunjukkan KTP saja sudah bisa menebus pupuk ke kios terdekat dan diupayakan dalam satu desa itu ada kiosnya,” ucapnya.

Bagus Esa berharap penambahan kuota pupuk subsidi, petani dapat menyerap dan memanfaatkan sebaik mungkin. Selain itu diharapkan petani tidak hanya menggunakan pupuk kimia atau anorganik, namun juga dapat memakai pupuk organik dalam mendukung peningkatan produktifitas hasil pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....