Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Populis Era Krisis Moneter
- 27 Des 2025 17:33 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Tahukah anda ketika Indonesia mengalami masa kelam krisis moneter alias krismon, terdapat kebijakan populis yaitu makan bergizi gratis. Kebijakan ini digadang-gadang menjadi solusi di tengah guncangan perekonomian yang sedang sulit kala itu.
Dikutip dari Historia, Menteri Sosial era Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, yang akrab dipanggil Mbak Tutut, yang juga merupakan putri sulung Soeharto, mengeluarkan kupon makan gratis bagi rakyat Indonesia. Ia tak sendiri, didampingi oleh Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil Subiakto Tjakrawerdaya, Menteri Kesehatan Farid A. Moeloek, Menteri Negara Peranan Wanita Tutty Alawiyah, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Agung Laksono, Kapolda Metro Jaya Mayjen (Pol.) Hamami Nata, dan Kasdam Jaya Brigjen TNI Sudi Silalahi.
Kupon makan gratis tersebut merupakan bagian dari Program Penanggulangan Dampak Sosial Krisis Moneter (PPDSKM). Untuk diketahui, bahwa Indonesia diguncang krisis ekonomi hebat pada 1998.
Nilai tukar rupiah terjun bebas terhadap dolar Amerika hingga menyentuh level Rp15.000, yang di tahun sebelumnya hanya berkisar Rp2.300 per dolar. Keadaan itu menyebabkan banyak perusahan maupun bank mengalami gulung tikar diikuti dengan gelombang PHK di mana-mana. Sementara harga kebutuhan pokok melonjak naik dan rakyat sulit mencari makan. Itu lah mengapa masa Krismon menjadi masa kelam yang diharapkan tidak terulang kembali.
Secara teknis, dana makan bergizi gratis disalurkan dari gubernur ke walikota, kemudian ke kelurahan. Dari kelurahan, dana tersebut akan disalurkan lagi ke warung makan yang sudah ditunjuk untuk melayani penukaran kupon. Pembagian kupon juga didistribusikan kelurahan melalui RT/RW kepada mereka yang terdampak krismon atau PHK. Satu kupon makan dapat ditukar dengan sebungkus nasi berikut sayur dan lauk-pauk senilai Rp1.500.
Orang-orang merasa terbantu dengan kehadiran program makan bergizi gratis. Walau dengan menu sederhana, mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan di tengah kesulitan ekonomi. Begitu juga dengan para pemilik warung makan yang mendapat tambahan pemasukan setelah sebelumnya mengalami kelesuan akibat krismon.
Sayangnya, kebijakan makna bergizi gratis dengan kupon gratis itu adalah program jangka pendek. Sementara solusi jangka panjangnya adalah dengan menyediakan lapangan kerja bagi yang terkena PHK. Dana pengadaan makan gratis lewat sistem kupon ini berasal dari pemotongan gaji presiden dan para menteri selama setahun penuh. Selain itu, pihak swasta juga diminta berpartisipasi untuk menyumbang pembiayaan makan gratis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....