DPR Apresiasi Gerak Cepat Pemkot Kediri Dirikan SR

  • 23 Des 2025 15:34 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. An’im Falachuddin Markus (Gus An’im), memberi apresiasi terhadap gerak cepat Pemkot Kediri mendirikan Sekolah Rakyat (SR). "Kami apresiasi upaya percepatan Pemerintah Kota Kediri dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat (SR) Terpadu," kata Anggota Komisi VIII DPR RI, Gus An’im dalam acara Sosialisasi Program Sekolah Rakyat di hadapan 100 wali murid di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, proyek strategis yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo ini mulai memasuki tahap pematangan lahan. Lalu targenya akan beroperasi penuh pada tahun ajaran baru, Juli 2026. "Saya kagum atas keseriusan Pemkot Kediri dalam menyediakan lahan seluas 5,1 hektare untuk kepentingan pendidikan masyarakat kurang mampu. Respon cepat dari daerah membuat Kementerian Sosial memprioritaskan Kediri sebagai pilot project pertama," kata Gus An'im.

Apalagi, ungkap Gus An'im, agenda pendirian Sekolah Rakyat ini merupakan kesempatan langka bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan layak tanpa terkendala biaya. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Kota Kediri.

"Saya juga berpesan agar para orang tua terus memotivasi anak-anaknya agar belajar dengan keras dan disiplin. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun pemerintah ini sia-sia," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Linjamsos Kota Kediri, Widyapurna Nur Huda, menambahkan, bahwa Kediri menjadi daerah dengan dokumen administrasi paling lengkap di Jawa Timur. Bahkan sekarang, pemenangan lelang sudah ditetapkan dan proses pengerukan lahan sedang berjalan.

"Target kami, akhir Desember atau awal Januari 2026 sudah mulai ground breaking. Pembangunan akan dikebut selama 6-7 bulan. Sekolah Rakyat ini nantinya bersifat terpadu mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA," kata Widyapurna Nur Huda.

Adapun pemilihan lokasi di Lirboyo, tambah Widyapurna Nur Huda, penempatannya pun dianggap sangat tepat. Sebab, selain suasananya yang tenang dan sejuk untuk belajar, lokasinya yang bersebelahan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo diharapkan membawa keberkahan bagi para siswa.

"Tadi Gus An'im tak hanya menyoroti sektor pendidikan, tapi juga Perjuangan Anggaran Rumah Sejahtera Terpadu (RST). Apalagi memang terlihat ada penurunan kuota program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) secara nasional, dari yang semula 10.000 unit di tahun-tahun sebelumnya, kini hanya menjadi 1.500 unit untuk seluruh Indonesia," kata Widyapurna Nur Huda.

Menanggapi hal itu, perwakilan Dirjamsos Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Ali Said, berharap Gus An’im sebagai mitra kerja pemerintah di Komisi VIII dapat menyuarakan penambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk tahun 2026.

"Di Kota Kediri tahun ini hanya 6 keluarga yang mendapat RST. Kami harap Gus An’im bisa membantu menyuarakan ini di DPR RI agar kuota RST di tahun 2026 bisa meningkat, karena masyarakat sangat merasakan manfaat dari program perbaikan rumah ini," kata Ali Said.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....