Gus An'im Dukung Pembatasan Akses Medsos Bagi Anak
- 20 Des 2025 21:41 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Anggota Komisi VIII DPR RI, KH An’im Falachuddin Mahrus (Gus An'im) mendukung kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait pembatasan akses medsos bagi anak.
"Saya setuju dengan adanya pembatasan akses medsos, khususnya bagi mereka yang berusia 13 hingga 16 tahun. Sebab kita sebagai orang tua juga harus memahami, mana teknologi informasi yang bermanfaat dan yang merugikan bagi anak," kata Anggota Komisi VIII DPR RI, KH An’im Falachuddin Mahrus (Gus An'im), saat menjadi pembicara pada kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam), bertema 'Optimalisasi Potensi Kelembagaan dan Kesiswaan dalam Menghadapi Tantangan Zaman' yang digelar di Hotel Bukit Daun, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/12/2025).
Pada kesempatan ini, Gus An'im menyampaikan, seiring perkembangan zaman pada saat ini ada sejumlah media sosial yang patut diwaspadai oleh masyarakat. Mulai dari bahaya negatif konten judi online, penipuan online, hingga maraknya pergaulan bebas.
"Banyak dari rakyat Indonesia yang kecanduan judi online, ini dampaknya sangat berbahaya dan merugikan. Bahkan banyak dari mereka yang ekonomi pas-pasan ikut terjerumus judi online, dan kehidupannya makin memprihatinkan," kata Gus An'im.
Tak hanya itu, tambah Gus An'im, bahaya judi online tersebut juga perlu diwaspadai oleh para orang tua yang anak-anaknya sudah bermain ponsel. Sebab tak jarang, kasus judi online ini juga menjerat usia pelajar.
"Oleh karena itu maka sudah wajar jika Kementerian Komdigi sebagai perwakilan pemerintah membatasi konten-konten yang memberikan dampak negatif bagi masyarakat," ujarnya.
Selain itu, pada agenda serupa Gus An'im mencontohkan keberhasilan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama yang berhasil membuktikan kemampuannya di kancah nasional dan internasional. Misalnya MAN Islam Cendekia yang sering meraih penghargaan dalam berbagai kompetisi, serta banyak alumni madrasah yang diterima di perguruan tinggi terkenal di dalam dan luar negeri.
"Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mendapat pendidikan dengan baik dan siap bersaing," ucapnya.
Di sisi lain, ia merinci, tiga strategi utama guna mengoptimalkan kelembagaan madrasah dan kesiswaan di antaranya manajerial yang berilmu. Hal ini berarti sebuah kelembagaan akan tetap eksis jika dipimpin oleh pemimpin yang berilmu, sehingga kebijakan yang diambil akan bijaksana dan sesuai kebutuhan zaman.
"Poin kedua perlunya kaderisasi yang tepat, yakni pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan zaman, agar lembaga memiliki tenaga kerja yang handal dan adaptif," ungkapnya.
Hal ketiga, lanjutnya, aspek spesialisasi profesional. Terlebih pada era modern, keahlian yang spesifik dan profesional menjadi daya tarik utama.
"Contohnya seorang dokter spesialis yang lebih diminati daripada dokter umum, dengan begitu madrasah juga harus memfokuskan pembentukan keahlian khusus pada siswanya," kata Gus An'im.
Seminar tersebut tampak dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai tokoh pendidikan dan masyarakat lokal. Dalam diskusi ini juga yang membahas cara agar lembaga pendidikan Islam tetap relevan dan berkembang pada era kekinian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....