Cegah Kemacetan, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Jalur Arteri Jombang

  • 16 Mar 2026 21:34 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Kepolisian Resor Jombang menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di jalur arteri Jombang–Kediri guna mengantisipasi potensi kemacetan selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini difokuskan di kawasan Bandarkedungmulyo yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan kendaraan saat musim mudik.

Kasatlantas Polres Jombang, AKP Anjar Rahmad Putra, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema contraflow untuk membantu mengurai antrean kendaraan di jalur tersebut. Rekayasa lalu lintas itu direncanakan diterapkan mulai dari perlintasan kereta api Bandarkedungmulyo hingga Simpang Mengkreng, Kediri, dengan panjang jalur sekitar 2,5 kilometer.

“Sebagai langkah antisipasi kepadatan kendaraan, kami menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow dari perlintasan rel kereta api Bandar hingga Simpang Mengkreng di Kediri dengan jarak kurang lebih 2,5 kilometer,” kata AKP Anjar, Senin, 16 Maret 2026.

Dalam skema tersebut, arus kendaraan dari arah Kediri dan Nganjuk akan dihentikan sementara apabila kepadatan meningkat. Kendaraan dari arah Jombang kemudian diarahkan menggunakan satu jalur menuju barat atau menuju Simpang Mengkreng Kediri. Selain itu, kepolisian juga menyiapkan pengalihan arus kendaraan dari Exit Tol Bandarkedungmulyo menuju Simpang Tiga Jatipelem, kemudian dilanjutkan ke arah Kunjang, Pelemahan, hingga Simpang Empat Papar sebelum menuju Kediri.

“Apabila antrean kendaraan sudah mencapai Exit Tol Bandar, arus lalu lintas akan kami alihkan ke kiri menuju Jalan Raya Jatipelem. Tidak menutup kemungkinan akses Exit Tol Bandar ditutup sementara, termasuk bagi kendaraan dari arah Nganjuk, yang nantinya akan diarahkan ke Exit Tol Mojokerto atau Tembelang,” ujarnya.

Kemacetan di kawasan Simpang Mengkreng selama ini kerap berdampak hingga wilayah Jombang. Antrean kendaraan dari arah Jombang menuju Kediri maupun Nganjuk bahkan dapat memanjang hingga sekitar 2,5 kilometer sampai kawasan perlintasan rel kereta api Bandarkedungmulyo.

“Penyebab utama antrean kendaraan biasanya karena perlintasan rel kereta api di Bandar. Setiap sekitar tiga puluh menit sekali kereta melintas, sehingga ketika palang pintu ditutup, kendaraan langsung menumpuk dan antreannya cepat memanjang,” ucapnya.

Polisi memprediksi kepadatan kendaraan di jalur tersebut berpotensi terjadi saat Hari Raya Idul Fitri hingga H+1 dan H+2. Karena itu, masyarakat yang melintasi jalur arteri Jombang–Kediri diimbau memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan guna menghindari kemacetan.

Beberapa rute alternatif yang dapat digunakan pemudik di antaranya dari Exit Tol Bandarkedungmulyo menuju Simpang Tiga Jatipelem, kemudian dilanjutkan ke Kunjang, Pelemahan, Simpang Empat Papar hingga Kediri.

Sementara kendaraan dari arah Surabaya dapat melalui Simpang Empat Gatot Subroto menuju Jalan KH Hasyim Asy’ari, Jalan Raya Cukir, Simpang Tiga Blimbing, Simpang Tiga Kesemen, Simpang Empat Pelemahan hingga Simpang Empat Papar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kediri atau Nganjuk.

“Kami menyediakan beberapa pilihan jalur alternatif. Kendaraan juga dapat diarahkan keluar melalui Exit Tol Mojokerto menuju jalur arteri, atau dari Exit Tol Bandar dialihkan ke Jalan Raya Jatipelem,” katanya.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Jombang juga menyiagakan personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta relawan untuk membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan. Untuk mempercepat penanganan kemacetan, Satlantas Polres Jombang juga membentuk Tim Buroq yang terdiri dari 15 personel sebagai tim reaksi cepat di lapangan.

“Tim Buroq kami bentuk sebagai tim respons cepat yang bertugas menangani kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kendala di perjalanan,” kata AKP Anjar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....