Menjelang Lebaran, Ribuan Santri Tebuireng Jombang Mudik Bareng

  • 11 Mar 2026 22:41 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Sebanyak 3.628 santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, diberangkatkan pulang ke daerah asalnya dalam program mudik bersama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pada Rabu, 11 Maret 2026, dari area parkir kawasan makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Program mudik bersama tersebut diikuti oleh 3.300 santri yang diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan 76 armada bus dengan tujuan berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Sementara itu, 328 santri lainnya pulang menggunakan transportasi udara menuju daerah asal masing-masing.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyampaikan bahwa program perpulangan santri ini merupakan bagian dari agenda rutin pesantren menjelang Idul Fitri, agar para santri dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

“Alhamdulillah hari ini kami melepas anak-anak untuk pulang ke rumah masing-masing. Kami titip salam kepada keluarga di kampung halaman,” ujarnya.

Gus Kikin juga berpesan, agar para santri mampu menjaga diri dengan baik serta mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama berada di pesantren.

“Nanti setelah masa liburan selesai, santri akan kembali ke pondok untuk melanjutkan proses belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Fajar, salah satu santri Tebuireng mengaku merasa bahagia karena dapat pulang ke rumah setelah cukup lama berada di lingkungan pesantren.

“Saya sangat senang karena akhirnya bisa pulang dan bertemu keluarga. Sudah lama tidak bertemu orang tua, jadi rasanya tidak sabar untuk sampai di rumah. Saya akan pulang ke Bekasi,” kata Fajar.

Pihak pesantren menjadwalkan para santri kembali ke Pondok Pesantren Tebuireng pada 4 April 2026 setelah menjalani masa libur selama kurang lebih tiga minggu.

Selama periode tersebut, para santri diharapkan dapat memanfaatkan waktu bersama keluarga sekaligus tetap menjaga kedisiplinan dan nilai-nilai yang telah dipelajari selama berada di pesantren.

Rekomendasi Berita