Upaya Peningkatan Cakupan AKDR Di Puskesmas Galis
- 20 Agt 2025 15:54 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Upaya meningkatkan cakupan akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di wilayah kerja Puskesmas Galis, Kabupaten Pamekasan, terus digencarkan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melalui rangkaian kegiatan edukasi kesehatan hingga pemasangan AKDR gratis.
Perwakilan tim pengusul pengabdian masyarakat, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Ratna Dwi Jayanti, S.Keb.Bd., M.Keb., menjelaskan bahwa program ini bertujuan meluruskan informasi keliru tentang kontrasepsi serta mendorong kader kesehatan menjadi teladan bagi masyarakat.
“Kami berharap kader tidak hanya memiliki pemahaman yang baik, tetapi juga mampu memotivasi WUS di sekitarnya untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang, khususnya AKDR,” ujarnya, pada Rabu (20/8/2025) saat diwawancarai RRI.
Ratna menambahkan, kegiatan edukasi kesehatan kepada kader KB dan kader posyandu telah digelar sejak bulan Juli lalu. Edukasi ini difokuskan pada pemahaman pentingnya kontrasepsi jangka panjang, khususnya AKDR, untuk menekan angka kehamilan berisiko dan menurunkan angka kematian ibu.

Upaya Peningkatan Cakupan Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Kerja Puskesmas Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura oleh Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Foto : RRI/Kusuma)
Tahap berikutnya berupa pemasangan AKDR gratis kepada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Galis, yang telah dilaksanakan pada (5/8/2025). Di samping itu, anggota tim pengusul, Ivon Diah Wittiarika, S.Keb.Bd., M.Kes., yang menekankan pentingnya dukungan tenaga kesehatan kompeten.
“Pemasangan AKDR oleh tenaga kesehatan terlatih dapat meningkatkan kepuasan peserta sekaligus meminimalisasi risiko komplikasi,” ujarnya.

Upaya Peningkatan Cakupan Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Kerja Puskesmas Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura oleh Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Foto : RRI/Kusuma)
Senada dengan itu, anggota tim pengusul, Agnestia Naninng Dian Lovita, S.Keb.Bd., M.Keb., menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjawab rendahnya capaian akseptor AKDR di Pamekasan.
“Angka akseptor AKDR di Pamekasan baru mencapai 1,7 persen, jauh di bawah rata-rata provinsi maupun nasional. Melalui program ini, kami ingin membantu meningkatkan capaian sekaligus memperkuat peran kader dalam kesehatan reproduksi,” katanya.
Program ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperluas akses kontrasepsi jangka panjang, serta memperkuat peran kader dan tenaga kesehatan dalam pengendalian angka kelahiran di Kabupaten Pamekasan.