Dari Pampang, Manik-Manik Dayak Tembus Event Besar
- 01 Nov 2025 13:36 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Semarak perayaan Dahau tak hanya menampilkan seni dan tradisi adat Dayak, tetapi juga menjadi ajang unjuk karya bagi para pengrajin lokal. Salah satunya adalah Dona, pengrajin manik-manik asal Kampung Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, yang membawa hasil karyanya untuk meramaikan kegiatan budaya tahunan tersebut.
Selama sepuluh tahun menekuni kerajinan manik-manik, Dona terus berupaya mempertahankan ciri khas budaya Dayak dalam setiap karyanya. Ia mengaku awalnya belajar secara otodidak membuat gantungan kunci dan kalung, sebelum akhirnya menggandeng tetangga dan teman-temannya untuk memproduksi lebih banyak barang.
“Awalnya saya belajar sendiri, lama-lama banyak yang tertarik, jadi kami buat bersama. Produk paling banyak dicari itu tas anjat dan topi hias khas Dayak,” ujarnya.
Hasil karya Dona tak sekadar aksesoris, tetapi juga mengandung makna budaya. Motif Dayak dan warna-warna cerah menjadi ciri khas utama, menggambarkan kekayaan dan semangat masyarakat Kalimantan Timur. Produk yang dihasilkan antara lain busana adat Dayak, seraung, tas anyaman anjat bermanik, kalung, serta gantungan kunci.
Menurut Dona, permintaan akan produk manik-manik biasanya meningkat saat ada acara pemerintahan atau pameran kerajinan. Pemerintah daerah juga kerap memfasilitasi keikutsertaan pengrajin lokal dalam berbagai event UMKM.
Selama perayaan Dahau, hasil kerajinan tangan Dona dipamerkan di bawah Lamin Bahau, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ia berharap melalui kegiatan seperti ini, semakin banyak masyarakat yang mencintai produk budaya sendiri dan turut melestarikan seni tradisi Dayak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....