Festival Melayu Gemeoh Ditutup Dengan Makan Bekeroboq

  • 17 Nov 2025 22:05 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Festival Melayu Gemeoh dalam rangka HUT ke-244 Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), resmi berakhir setelah kurang lebih satu pekan pelaksanaan, sejak tanggal 11 November 2025.

Festival yang menampilkan berbagai perlombaan kesenian dan budaya Melayu, serta ragam lomba modern ini, ditutup dengan tradisi Makan Bekeroboq dan Becolek Pupur, di Jalan Gunung Aji, Kelurahan Melak Ulu, pada Senin (17/11/2025).

Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati jalan, saling membaur tanpa sekat sambil menikmati hidangan yang tersaji. Suasana semakin semarak ketika warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, saling berbalas colek pupur di wajah sebagai bentuk keakraban dan ungkapan kegembiraan pada penutupan Festival Gemeoh.

Ketua Panitia Festival Gemeoh, Sadli, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan lancar dan mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat pada pelaksanaan tahun ini.

“Kalau saya pribadi, itu kepuasan masyarakat. Yang menilai masyarakat, bukan kita sendiri. Jadi selama pelaksanaan, yang kita rasakan, yang kita lihat dan yang kita dengar, bahwa Alhamdulillah tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi,” kata Sadli, kepada RRI.

Ketua Panitia Festival Melayu Gemeoh yang Juga Anggota DPRD Kubar, Sadli (koas merah), Saat Ikut Becolek Pupur Basah Bersama Warga. (dok.RRI/Jaang)

Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari antusiasme masyarakat pada setiap rangkaian kegiatan. Sejak pembukaan yang diawali kirab budaya, jumlah peserta meningkat jauh dibanding tahun sebelumnya.

Begitu pula pada malam kesenian, baik jumlah penampil maupun penonton mengalami peningkatan signifikan. Puncak keramaian terjadi saat pelaksanaan Jalan Santai, Kobar Bejagur, hingga Makan Bekeroboq dan Becolek Pupur, yang berhasil menyedot ribuan warga untuk hadir dan berpartisipasi.

“Tahun ini dianggap lebih meriah dari Gemeoh sebelumnya. Itu sih kebanyakan tanggapan dari masyarakat,” ujar pria yang juga merupakan Anggota DPRD Kubar tersebut.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Festival Melayu Gemeoh tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya Melayu di Melak. Antusiasme ribuan warga sepanjang pelaksanaan menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup dan terus mendapat tempat di hati masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....