Filosofi Lontong, Kuliner Tradisional untuk Beragam Menu Makanan
- 05 Des 2024 08:44 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Indonesia adalah negeri yang kaya akan kuliner tradisional. Salah satu makanan yang cukup terkenal di seluruh penjuru tanah air adalah lontong, yang dibuat dari beras.
Melansir dari laman Edukasia.Id, makanan ini dibungkus dengan daun pisang dan bisa juga dengan plastik kemudian dimasak dengan cara dikukus di atas air mendidih. Proses memasak lontong memakan waktu beberapa jam.
Jika air yang digunakan habis, air harus ditambah kembali hingga lontong benar-benar matang. Potongan lontong bisa membuat rasa makanan jauh lebih enak.
Ada beberapa jenis makanan yang cocok banget dipadukan dengan lontong. Lontong dikenal di berbagai daerah dan menjadi bagian dari banyak hidangan seperti gado-gado, lontong opor, lotek, rujak cingur, sate ayam, dan soto.
Dalam masyarakat Jawa, lontong dikenal dengan singkatan "olone dadi kothong," yang berarti keburukannya sudah hilang. Hal ini berkaitan dengan bulan Ramadan, di mana umat Islam berpuasa dan saling memaafkan di Hari Raya Idulfitri, sehingga kembali suci atau fitrah.
Selain makna religius, lontong juga melambangkan hati yang lembut dan mudah menerima nasihat. Hati yang lembut memudahkan seseorang untuk menolong orang lain.
Ada juga yang mengaitkan lontong dengan kata "klontong," yaitu jembatan kecil yang memudahkan orang melangkah dari satu tempat ke tempat lain. Ini mengajarkan bahwa hati yang lapang akan memudahkan kita membantu orang lain dan memperbaiki hubungan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....