Dermaga Rambang Palangka Raya, Antara Nostalgia dan Harapan Baru

  • 17 Jun 2025 18:58 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Peran dan fungsi dermaga mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Hal ini tergambar dari kondisi Dermaga Rambang yang terletak di bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya.

Dalam momentum Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Juni, Kepala Dermaga Rambang Kota Palangka Raya, Joned, berharap peran dermaga dapat kembali seperti sedia kala, sebagai pusat aktivitas ekonomi dan transportasi air.

“Dulu retribusi dermaga bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per bulan, namun kini hanya sekitar Rp200 ribu. Perubahan fungsi dari dermaga sebagai pusat perniagaan menjadi tempat tambatan kapal dan sarana wisata turut mempengaruhi kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya, Selasa (17/6/2025).

Joned menyebut, kondisi ini seiring perubahan zaman, di mana aktivitas perdagangan kini lebih banyak bergeser ke jalur darat, sementara dermaga kini lebih berperan sebagai elemen penunjang sektor pariwisata dan rekreasi.

Sementara itu, Camat Pahandut, Said Zain Bachsin, mengakui bahwa sejak dahulu Dermaga Rambang sudah menjadi pusat ekonomi warga. Ia berharap sarana dan prasarana yang ada di dermaga dapat dimanfaatkan kembali secara maksimal oleh masyarakat.

“Saya berharap keberadaan dermaga ini bisa terus mendukung perekonomian warga, baik sebagai sarana transportasi air maupun sebagai pusat kegiatan usaha masyarakat,” katanya.

Momentum Hari Dermaga Nasional 17 Juni 2025 menjadi ajang refleksi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya dermaga dalam mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi, khususnya di daerah-daerah aliran sungai seperti Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....