Puasa  Berikan Manfaat bagi Kesehatan Mental

  • 08 Mar 2026 14:44 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Ibadah puasa sering kali dipandang dari sudut pandang fisik atau spiritual saja namun, penelitian modern semakin menunjukkan bahwa membatasi asupan makanan dan minuman pada durasi tertentu memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan otak dan stabilitas emosional. Dilansir dari berbagai sumber salah satunya dari situs halodoc.com berikut manfaat puasa bagi kesehatan mental.

Berikut adalah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan mental yang perlu Anda ketahui:

1. Memicu Produksi Hormon "Kebahagiaan"

Saat berpuasa, tubuh mengalami penyesuaian metabolisme yang memicu otak untuk melepaskan lebih banyak protein bernama BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Protein ini berfungsi seperti "pupuk" bagi sel otak yang membantu memperbaiki suasana hati (mood) dan memberikan efek antidepresan alami.

2. Meningkatkan Fokus dan Kejernihan Pikiran

Tanpa proses pencernaan yang berat di siang hari, energi tubuh dapat dialokasikan lebih banyak ke otak. Banyak orang melaporkan bahwa setelah beberapa hari berpuasa, mereka merasakan tingkat konsentrasi yang lebih tajam dan pikiran yang terasa lebih "ringan" atau jernih (mental clarity).

3. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Puasa mendorong tubuh untuk menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres). Selain itu, adanya jadwal rutin saat berpuasa seperti waktu sahur dan berbuka yang teratur memberikan struktur pada hari-hari kita, yang secara psikologis memberikan rasa kendali dan ketenangan batin.

4. Melatih Pengendalian Diri (Self-Regulation)

Puasa adalah latihan disiplin tingkat tinggi. Dengan menahan lapar, haus, dan emosi negatif, kita sebenarnya sedang melatih bagian otak bernama prefrontal cortex yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan pengendalian impuls. Kemampuan ini sangat krusial untuk kesehatan mental jangka panjang.

5. Detoksifikasi Emosi Melalui Spiritual

Bagi banyak orang, puasa sering dibarengi dengan praktik meditasi, doa, atau refleksi diri. Aktivitas ini membantu menurunkan aktivitas saraf simpatis (respon fight-or-flight) dan meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis yang memicu rasa rileks dan damai.

Rekomendasi Berita