Jaga Nutrisi Anak selama Puasa Ramadan

  • 03 Mar 2026 10:47 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID,Kaimana - Menjalani ibadah puasa bagi anak-anak yang sedang aktif-aktifnya tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, untuk itu agar si kecil tetap berenergi dan tidak lemas saat bermain atau belajar, pengaturan nutrisi yang tepat adalah kuncinya. Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya dari situs alodokter.com berikut panduan bagi orangtua dalam menjaga nutrisi anak selama puasa Ramadan.

Berikut adalah panduan praktis menjaga nutrisi anak agar tetap aktif selama bulan Ramadan:

1. Sahur dengan Karbohidrat Kompleks

Sahur adalah "bahan bakar" utama anak untuk melewati hari. Hindari memberikan makanan yang hanya tinggi gula (seperti sereal manis atau donat) karena energinya cepat habis.

  • Pilihan Terbaik: Nasi merah, gandum, oatmeal, atau ubi jalar.

  • Manfaat: Jenis makanan ini dicerna lebih lambat, sehingga melepaskan energi secara bertahap dan membuat anak kenyang lebih lama.

2. Pastikan Asupan Protein Terpenuhi

Protein sangat penting untuk menjaga massa otot dan daya tahan tubuh anak. Pastikan ada sumber protein dalam setiap porsi sahur dan buka puasa

  • Contoh: Telur, ayam, ikan, tempe, atau kacang-kacangan.

  • Tips: Sajikan dalam bentuk yang menarik agar anak semangat menyantapnya meski dalam kondisi mengantuk saat sahur.

3. Strategi Hidrasi yang Cerdas

Anak-anak lebih rentan terkena dehidrasi karena mereka cenderung banyak bergerak. Karena waktu minum terbatas, gunakan pola 2-4-2:

  • 2 Gelas saat berbuka.

  • 4 Gelas sepanjang malam (setelah tarawih hingga sebelum tidur).

  • 2 Gelas saat sahur.

Catatan Penting: Hindari memberikan minuman bersoda atau terlalu banyak teh saat sahur karena bersifat diuretik (memicu buang air kecil lebih sering), yang justru mempercepat dehidrasi.

4. Berbuka dengan yang Alami, Bukan Instan

Saat berbuka, anak sering kali menginginkan minuman es yang sangat manis. Sebaiknya, arahkan mereka pada gula alami terlebih dahulu.

  • Kurma dan Buah Segar: Memberikan lonjakan energi yang sehat tanpa membuat perut kaget.

  • Hindari Gorengan Berlebih: Lemak jenuh dapat membuat anak merasa mengantuk dan malas bergerak setelah berbuka.

5. Perhatikan Porsi Camilan Sehat

Di antara waktu berbuka dan tidur, berikan camilan ringan yang padat nutrisi seperti yogurt atau buah-buahan. Ini membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang mungkin tidak tercukupi saat makan besar.

Menjaga nutrisi anak saat Ramadan bukan berarti memberi makan secara berlebihan, melainkan memberikan jenis makanan yang tepat di waktu yang tepat. Dengan asupan yang seimbang, anak bisa tetap ceria dan aktif meski sedang berpuasa.

Rekomendasi Berita