Apakah Tubuh Membakar Kalori saat Sedang Sakit
- 26 Okt 2025 13:44 WIB
- Kaimana
KBRN Kaimana : Tubuh kita memang membakar kalori bahkan lebih banyak dari biasanya saat sedang sakit, terutama ketika mengalami demam atau infeksi. Kenaikan pembakaran kalori ini disebabkan oleh meningkatnya laju metabolisme basal, di mana sistem kekebalan tubuh bekerja ekstra keras untuk melawan kuman dan memperbaiki sel-sel yang rusak, serta peningkatan suhu tubuh (demam) yang memerlukan energi besar; oleh karena itu, saat sakit, kita justru membutuhkan asupan nutrisi dan kalori yang cukup.
Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya Verywell Health.com cara tubuh untuk mendukung proses pemulihan dan mencegah tubuh mengambil energi dari cadangan otot.
Peningkatan Kebutuhan Kalori Akibat Metabolisme Cepat
Saat sakit, terjadi perubahan dalam proses metabolisme tubuh, yang secara umum disebut peningkatan laju metabolisme basal (BMR). Beberapa kondisi yang meningkatkan pembakaran kalori adalah:
1. Demam: Peningkatan ini terjadi karena tubuh berusaha keras untuk meningkatkan produksi panas dan melawan infeksi. Inilah sebabnya mengapa orang yang demam cenderung cepat merasa lemas dan kehilangan nafsu makan.
2. Peradangan dan Perbaikan Jaringan: Infeksi memicu respons peradangan. Selama proses ini, tubuh menggunakan banyak energi untuk memproduksi sel darah putih baru, memperbaiki jaringan yang rusak, dan memecah sel-sel yang terinfeksi. Proses perbaikan sel ini dikenal sebagai anabolisme, yang sangat bergantung pada energi yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat dan lemak (katabolisme).
3. Kerja Organ Vital: Jantung dan paru-paru juga bekerja lebih keras. Saat demam, detak jantung (laju nadi) akan meningkat karena tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak untuk proses metabolisme yang cepat. Kerja ekstra organ-organ ini juga menyumbang pada pembakaran kalori yang lebih tinggi.
Pentingnya Asupan Nutrisi Saat Sakit
Meskipun tubuh membakar lebih banyak kalori saat sakit, hal ini justru menunjukkan bahwa kebutuhan kalori harian Anda meningkat. Sayangnya, banyak orang justru kehilangan nafsu makan saat sakit.
Jika asupan kalori dan protein dari makanan tidak memadai, tubuh tidak punya pilihan selain mengambil cadangan energi dari massa otot dan lemak. Penurunan berat badan yang cepat saat sakit, terutama pada kasus sakit berkepanjangan, sebagian besar disebabkan oleh hilangnya massa otot yang penting untuk kekuatan dan pemulihan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan dan kalori harian Anda, meskipun nafsu makan menurun. Asupan nutrisi yang cukup, terutama protein dan karbohidrat kompleks, adalah bahan bakar utama bagi sistem imun untuk melawan penyakit dan mempercepat proses penyembuhan. Mengabaikan asupan kalori saat sakit justru dapat memperpanjang waktu pemulihan.