Mitos atau Fakta? Bolehkah Menikmati Cokelat Saat Batuk?
- 25 Apr 2025 15:09 WIB
- Kaimana
KBRN, Kaimana: Saat batuk menyerang, berbagai pantangan makanan seringkali muncul, salah satunya adalah cokelat, di sisi lain banyak yang percaya bahwa cokelat dapat memperparah batuk. Namun, benarkah demikian? Mari kita telaah lebih lanjut, seperti kami rangkum dari berbagai sumber, diantaranya dari situs halodoc.com, berikut penjelasannya.
Kabar baik bagi para pecinta cokelat, tidak ada larangan mutlak untuk mengonsumsi cokelat saat batuk. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa cokelat, khususnya cokelat hitam, mungkin memiliki efek yang justru meredakan batuk.
Kandungan theobromine dalam cokelat hitam diduga dapat menekan refleks batuk. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa theobromine lebih efektif dalam meredakan batuk kronis dibandingkan beberapa jenis obat batuk yang mengandung kodein. Selain itu, tekstur cokelat yang lembut dan sedikit melapisi tenggorokan juga dapat memberikan efek menenangkan sementara pada iritasi yang menyebabkan batuk.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Jenis Cokelat: Cokelat hitam dengan kandungan kakao yang tinggi (70% atau lebih) cenderung memiliki kandungan theobromine yang lebih tinggi dibandingkan cokelat susu atau cokelat putih. Jadi, jika Anda ingin mencoba manfaat peredaan batuk dari cokelat, pilihlah cokelat hitam.
- Kandungan Tambahan: Beberapa jenis cokelat mengandung tambahan gula, susu, atau bahan-bahan lain yang justru dapat memicu atau memperparah batuk pada sebagian orang, terutama jika batuk disebabkan oleh alergi atau sensitivitas terhadap bahan-bahan tersebut.
- Jumlah yang Dikonsumsi: Meskipun memiliki potensi manfaat, konsumsi cokelat tetap harus dalam jumlah sedang. Terlalu banyak cokelat, terutama yang tinggi gula, tentu tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan dan mungkin tidak memberikan efek positif pada batuk Anda.