Nafkah Ojek Sampan di Pantai Meneng

  • 08 Jan 2026 22:31 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Mendung menggantung di Pantai Meneng, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/1/2026). Di muara sungai, Sunaryo (60 tahun) menyalakan mesin sampannya, dan bersiap mengantar anak buah kapal dari laut menuju daratan.

Sunaryo mengantarkan para ABK, ke kapal-kapal motor pencari ikan berlabuh sekitar 200 meter dari bibir pantai. Kapal-kapal yang sebagian besar berasal dari Jawa Tengah itu singgah setelah berbulan-bulan melaut, dan selama bersandar, para awak kapal lebih banyak menghabiskan waktu di atas kapal.

“Kalau terlalu lama di kapal, mereka bosan. Biasanya minta diantar ke darat,” kata Sunaryo, Kamis (8/1/2026).

Dari permintaan antar-jemput ABK itulah Sunaryo mengais rezeki. Setiap harinyas, Ia mengantar puluhan anak buah kapal menggunakan sampan bermesin, dari kapal kedarat dan sebaliknya, dengan waktu tempuh sekitar 5 menit.

“Satu kali antar Rp 10 ribu per orang. Kalau pulang pergi Rp 20 ribu,” ujar Sunaryo.

Pendapatan Sunaryo tidak menentu. Saat sepi, ia membawa pulang sekitar Rp 200 ribu per hari. Namun ketika kapal ramai bersandar, penghasilannya bisa mencapai Rp 600 ribu.

Profesi ojek sampan telah digeluti Sunaryo sejak remaja. Ia mulai mengantar awak kapal pada usia 15 tahun, belajar mengemudikan perahu dari ayahnya.

“Dulu masih SD sudah bisa bawa perahu,” tutur Su.naryo

Selain Sunaryo, Fikri Firdaus Putra Handata (24) juga menekuni pekerjaan serupa. Ia sudah menjadi ojek sampan sejak usia 16 tahun dan kini mengandalkan penghasilan dari antar-jemput awak kapal.

“Setiap hari pasti ada yang diantar. Pekerjaan saya ya ini,” ucap Fikri.

Di Pantai Meneng, terdapat sekitar 8 sampan yang beroperasi mengantar anak buah kapal. Para ojek sampan ini khusus melayani awak kapal, bukan pemancing.

Bagi mereka, sampan bukan sekadar perahu kecil. Dari sanalah nafkah keluarga bergantung, berpindah dari laut ke daratan.

Rekomendasi Berita