Strategi Mengelola Ekspektasi Publik

  • 30 Jul 2026 09:27 WIB
  •  Jayapura

SURVEI terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menurun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Namun penurunan kepuasan publik tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai melemahnya pengaruh politik Prabowo.

Dalam kajian politik terdapat konsep Social Construction of Reality atau konstruksi sosial atas realitas, yakni kondisi ketika persepsi publik dapat dibentuk melalui proses sosial dan pengelolaan informasi.

Jika menggunakan perspektif tersebut, narasi mengenai merosotnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo bisa saja merupakan bagian dari konstruksi persepsi. Namun, ini masih sebatas interpretasi, bukan fakta yang dapat dipastikan.

Menurut Nasarudin, realitas sosial pada dasarnya dibentuk melalui interaksi sosial dan penyebaran informasi. Karena itu, dalam sistem politik yang alur informasinya berpotensi mengalami bias, selalu ada kemungkinan terbentuknya banyak persepsi publik.

Narasi mengenai menurunnya kepuasan publik justru dapat menjadi instrumen politik untuk menciptakan efek kejutan ketika muncul peristiwa yang menunjukkan masih kuatnya pengaruh politik Prabowo.

Politik modern juga bergantung pada kemampuan aktor politik dalam mengelola persepsi publik. Pastinya seluruh pandangan tersebut merupakan analisis berdasarkan interpretasi terhadap dinamika politik yang berkembang, bukan kesimpulan yang telah terbukti.

Sebab, dinamika politik memang jarang berlangsung secara sederhana.

Penulis: Nasrudin Sili Luli (Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....