Kroasia Balas Kekalahan saat Modric Mencetak Sejarah

  • 27 Jun 2026 00:51 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Kroasia berada dalam tekanan untuk bangkit kembali dari kekalahan melawan Inggris saat menghadapi Panama di Grup L Piala Dunia, di mana Luka Modric akan mencatatkan penampilan ke-200-nya.

Di kubu Kroasia, hal itu tak bisa disembunyikan. Kekalahan 4-2 dari Inggris di pertandingan pembuka membuat tim asuhan Zlatko Dalic harus memperbaiki banyak hal dan tidak punya banyak alasan. Itu yang sang pelatih sendiri katakan untuk pertama kali menjelang pertandingan melawan Panama.

"Kami harus bermain lebih baik dan memperbaiki kesalahan di lini pertahanan. Kami memberikan banyak keuntungan kepada Inggris. Panama adalah tim yang bagus dengan beberapa pemain cepat, tetapi kami harus sangat berani, sangat tangguh, sangat tegas, dan bertekad. Kami adalah favorit, dan harus bertindak seperti itu. Dan kami mengharapkan hasil,” kata pelatih Kroasia Zlatko Dalic, Selasa (23/6/2026).

Kroasia, yang mencapai final 2018 dan finis ketiga pada 2022, memahami situasinya. Kehilangan poin di Toronto akan membahayakan harapan mereka untuk mencapai babak selanjutnya menjelang pertandingan terakhir melawan Ghana. Dalic, menolak untuk menghindari tanggung jawab tersebut.

"Kami telah menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dengan dua medali dalam dua turnamen terakhir. Anda tidak bisa hanya mengandalkan kejayaan masa lalu. Saya tahu bahwa kami memiliki harapan tinggi dari para penggemar. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan diri,” ujarnya.

Jika ada satu ciri yang mendefinisikan tim ini, itu adalah kemampuan untuk merespons ketika mereka berada dalam situasi terdesak. Mereka telah melakukannya berkali-kali pada tahun 2018 dan 2022.

Mateo Kovacic, yang absen dalam waktu lama di musim ini karena cedera tetapi mengatakan bahwa dia merasa lebih baik setiap hari dan masuk sebagai pemain pengganti melawan Inggris, melihat kesulitan situasi ini sebagai panggung yang tepat di mana Kroasia cenderung berkembang.

"Ketika keadaan sulit, kami bersatu dan mengatasi tantangan yang sulit bagi kami, baik secara mental maupun fisik, tetapi tim dapat meningkatkan level permainan kami dalam dua pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Namun, ada tambahan pada malam istimewa ini. Di Toronto, Luka Modric akan tampil untuk pertandingan ke-200-nya bersama Kroasia, dan rekan-rekan setimnya tidak ingin merusak momen tersebut.

"Itu adalah sesuatu yang mustahil yang telah diciptakan. Sejauh ini saya hanya bisa bermimpi mencapai seratus penampilan, apalagi 200. Tetapi Luka adalah panutan bagi kami semua, tentang bagaimana bermain untuk Kroasia dan bagaimana bersikap,” jelasnya.

Bagi Dalic, yang telah berbagi satu dekade sepak bola tim nasional dengan Modric, sang kapten adalah kompas dan inspirasi. "Dia adalah tangan kanan saya di lapangan. Luka Modric memberi contoh kepada semua orang tentang bagaimana seharusnya kami melakukan sesuatu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....