Kejutan Bersejarah Si 'Hiu Biru' dan Sentuhan Magis Bubista di Piala Dunia
- 23 Jun 2026 05:10 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Siapa yang menyangka, tim nasional Cape Verde mampu menahan imbang juara bertahan eropa Spanyol, yang berakhir tanpa adanya gol di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026).
Sebagai negara kepulauan yang berpenghuni setengah juta penduduk itu, pencapaian Cape Verde itu di ajang terbesar Piala Dunia 2026 merupakan tonggak sejarah. Mereka mampu membuat Spanyol saat itu frustasi akan keseimbangan sebuah tim yang berjuluk Blue Shark atau Hiu Biru.
Perjalanan merekapun dimulai pada 1978, setelahnya tim dan para pemain yang terlibat terus menambah pengalaman, ambisi mereka pun semakin berkembang. Keterlibatan pemain lokal dan diaspora itu menjadi sebuah tim yang bisa bersaing secara kompetitif.
Beberapa nama dari skuad tersebut seperti kapten Ryan Mendes, penjaga gawang Vozinha, dan bek Roberto Lopes masih menjadi bagian penting dari tim yang membawa debut pertama kali di Piala Dunia. Dalam 10 pertandingan kualifikasi, mereka berhasil mencatatkan tujuh kebobolan.
Konsistensi dan mentalitas menjadi komponen kunci dalam perebutan tiket Piala Dunia 2026 pada kualifikasi CAF (konfederasi sepakbola afrika). Mereka harus berjuang sengit dengan tim-tim Afrika langganan piala dunia.
Kesuksesan mereka di pentas dunia tak terlepas dari tangan Pedro Leitao Brito, atau yang lebih dikenal sebagai Bubista, identik dengan kepemimpinan dalam sepak bola Tanjung Verde. Mantan kapten dan bek tim nasional tersebut meniti karier sebagai pemain yang membawanya ke klub-klub di Angola, Spanyol dan Portugal.
Ia selalu menunjukkan pemahaman taktis dan sangat meyakini pentingnya semangat kolektif dalam tim, sehingga transisinya dari pemain ke pelatih terasa alami. Ketika ia mengambil alih peran pelatih kepala pada 2020, misinya adalah membawa Blue Sharks mencapai level yang hanya bisa ia impikan saat masih menjadi pemain.
Pelatih kelahiran Boa Vista membawa permainan yang berlandaskan pada sulitnya tim mereka untuk dikalahkan, seperti makna mendalam Hiu Biru dan kota asalnya yang melambangkan simbol identitas nasional, keindahan dan tangguh menghadapi tantangan apapun.
"Memberikan kebahagiaan ini untuk rakyat rasanya luar biasa. Ini merupakan kemenangan bagi semua rakyat Cape Verde dan Ini merupakan momen istimewa dalam perayaan 50 tahun kemerdekaan kami,” ucap Bubista, dikutib laman resmi FIFA.
Skuad Cape Verde ini terus membangun momentum dan kepercayaan diri dalam perjalanan mereka di Piala Dunia dan sejarah sepak bola Afrika. Usai tuntaskan misi satu poin kontra Spanyol, mereka akan menantang Uruguay (22/6) dan Arab Saudi (27/6).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....