NPCI Papua Temui Gubernur Fakhiri, Bahas Masa Depan Pembinaan Atlet

  • 07 Apr 2026 10:27 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Nasional Paralimpiade Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Papua melakukan pertemuan bersama Gubernur Papua Matius Fakhiri didampingi Kadisorda Papua, Laorends Wantik, Selasa (7/4/2026) membahas pembinaan atlet disabilitas di Papua.

Pertemuan tersebut sekaligus melaporkan dua atlet disabilitas telah mengharumkan nama Papua dan Indonesia dikancah Asean Para Games 2025 di Thailand setelah mengantongi dua medali perunggu.

“Kita lakukan pertemuan bersama Gubernur Papua untuk menyikapi situasi dan kondisi kita dalam organisasi NPCI Papua, organisasi untuk atlet-atlet disabilitas,” kata Ketua Umum NPCI Papua, H. Jayakusuma dari keterangan resminya.

Lanjut katanya, ada berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan organisasi dan pembinaan atlet disabilitas di Papua. Meski demikian, ada hal membanggakan patut disyukuri lantaran, adanya atlet Papua berkontribusi untuk Indonesia.

“Situasi saat ini sangat berdampak terutama dalam pembiayaan untuk pembinaan maupun organisasi sendiri. Disituasi seperti ini kita harus terus melakukan pembinaan prestasi karena atlet-atlet kita adalah aset prestasi olahraga di Papua, terbukti ada dua atlet kita sumbangkan medali untuk Indonesia,” jelas dia.

Selain itu, ia mengungkapkan adanya even Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional dipusatkan di Bali pada tahun 2027 maupun Peparnas di Nusa Tenggara Timur-Barat pada tahun 2028 mendatang.

“Kita melaporkan persiapan atlet untuk dua iven ini yang sangat penting untuk diikuti Papua, bagaimana kita terus mempertahankan prestasi kita di lima besar se-Indonesia. Dan ini diperlukan dukungan pemerintah daerah,” ucap dia.

Lanjut kata Jayakusuma, untuk mewujudkan target kedepan direncanakan membentuk kepengurusan ditingkat daerah untuk memaksimalkan potensi atlet-atlet disabilitas yang masih banyak di Papua.

“Kita akan membentuk kepengurusan NPCI di daerah-daerah agar lebih banyak atlet-atlet potensial tergabung dan berlatih menjadi atlet professional diberbagai iven nasional, hingga internasional,” katanya.

Hal itu dilakukan, kata Jayakusuma untuk pembinaan berkelanjutan prestasi atlet disabilitas Papua yang di dominasi atlet-atlet asal Papua.

“Jika ada kepengurusan daerah lebih mudah mencari atlet dan membina, termasuk kita koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membantu pembiayaan berlatih dan organisasi karena atlet disabilitas juga bisa berprestasi untuk Papua dan Indonesia,” jelas Jayakusuma.

Sementara Gubernur Papua Matius Fakhiri menyatakan komitmennya mendukung pembinaan atlet disabilitas di Papua dengan berupaya mencari solusi agar pembentukan organisasi di daerah dapat dipercepat serta fasilitas latihan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan atlet Papua agar tetap kompetitif di tengah keterbatasan yang ada,” ujar Fakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....