PLN Ubah FABA PLTU Holtekamp Jadi Rumah Biota Laut di Jayapura

  • 19 Sep 2026 22:05 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem laut terus dilakukan di kawasan Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. PT. PLN (Persero) bersama Komunitas EAB (Enak Apa Bilang) Outdoor memanfaatkan material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Holtekamp untuk membuat modul rumah ikan di dasar laut, Sabtu (19/09/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang diarahkan tidak hanya untuk mengelola material sisa pembakaran batu bara, tetapi juga mendukung pemulihan ekosistem laut dan meningkatkan potensi sumber daya perikanan di wilayah pesisir.

FABA diolah menjadi struktur beton dengan campuran sekitar 30 hingga 35 persen FABA, pasir, semen, serta perekat khusus. Modul tersebut dirancang memiliki sejumlah ruang yang dapat menjadi tempat berlindung benih ikan dari predator sekaligus menjadi media tumbuh bagi terumbu karang.

Perwakilan Komunitas EAB Outdoor, Fandi Joyo, mengatakan modul rumah ikan yang telah mengeras kemudian diturunkan ke dasar laut oleh tim penyelam.

“Setelah modul rumah ikan mengeras sempurna, empat penyelam dari Komunitas EAB menurunkannya satu per satu ke dasar laut berpasir di kedalaman 5 hingga 7 meter,” ujarnya.

Menurut Fandi, lokasi penempatan modul dipilih pada area yang dinilai aman dari jalur perlintasan kapal besar pengangkut dan pembongkar batu bara. Proses penyelaman juga dilakukan pada pagi hari untuk menghindari kondisi arus bawah laut yang kuat.

“:Selain menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem, keberadaan rumah ikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir. Bertambahnya populasi ikan di sekitar kawasan pantai diharapkan membuka peluang bagi nelayan untuk memperoleh hasil tangkapan tanpa harus melaut terlalu jauh,” tutur Fandi.

Ditambahkan, program ini juga akan disertai pemantauan secara berkala. Komunitas EAB Outdoor menjadwalkan pengawasan bawah air dua kali dalam sebulan untuk melihat perkembangan biota dan terumbu karang di sekitar modul.

Pemanfaatan material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Holtekamp untuk membuat modul rumah ikan di dasar laut (Foto: PLN)

Apabila pertumbuhan karang alami berlangsung lambat, tim penyelam menyiapkan opsi transplantasi atau stek karang untuk mempercepat proses pemulihan ekosistem.

Fandi mengajak masyarakat sekitar turut menjaga kawasan tersebut agar tidak mengalami kerusakan.

“Kami berharap inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dengan tidak merusak ekosistem yang sedang dibangun. Kami ingin anak cucu kita kelak masih bisa melihat keindahan laut yang kita saksikan hari ini,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menegaskan, pemanfaatan FABA merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kami melihat FABA bukan sebagai akhir dari sebuah proses produksi, melainkan potensi untuk menciptakan awal kehidupan baru bagi ekosistem laut,” ujarnya.

Roberth Rumsaur menambahkan, program tersebut diharapkan dapat menggabungkan aspek pelestarian lingkungan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir Jayapura.

Ke depan, kawasan pesisir Holtekamp diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wilayah penangkapan ikan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kawasan wisata bahari dan ruang edukasi lingkungan.

Melalui pemanfaatan FABA menjadi rumah ikan, PLN dan komunitas lingkungan berupaya menjadikan material sisa pembakaran tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kembali kehidupan biota laut di perairan Holtekamp.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....