Hiswana Migas Soroti Antrean Solar dan Pentingnya Penyaluran BBM Tepat Sasaran

  • 15 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM Solar bersubsidi masih menjadi pemandangan di sejumlah SPBU di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Hiswana Migas Papua dan Maluku menyebut tingginya kebutuhan kendaraan menjadi salah satu faktor yang memicu kepadatan.

Ketua Hiswana Migas Papua dan Maluku, Ledryk Lekenila mengatakan, seluruh kendaraan yang telah memenuhi ketentuan dan memiliki barcode pada dasarnya memiliki hak untuk mendapatkan BBM sesuai kebutuhannya.

"Semua kendaraan itu punya hak setiap hari untuk mengisi BBM. Jadi roda empat pasti dia punya berapa liter Solar, roda enam, kira-kira seperti itu. Dia punya hak untuk mengisi karena dia sudah diberikan barcode," kata Ledryk Lakenila, Selasa (15/09/2026).

Namun, ia mengingatkan agar pembelian BBM tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas kendaraan.

"Kalau misalnya kilometer yang dia tempuh tidak mencapai jumlah kebutuhan BBM, ya harusnya dia tidak beli sampai melebihi dari itu," ujarnya.

Ketua Hiswana Migas Papua dan Maluku, Ledryk Lekenila (Foto: Arull)

Ledryk Lakenila mengatakan, Hiswana Migas tidak dapat serta-merta menyimpulkan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi tanpa didukung data. Menurutnya, kendaraan yang mengisi BBM setiap hari belum tentu melakukan pelanggaran, karena bisa saja digunakan untuk kegiatan distribusi dan operasional.

"Kalau mereka ambil kemudian pergi untuk ambil sembako, bolak-balik dan sembako habis mereka isi lagi, oke, itu tidak masalah. Tapi kalau mereka ambil kemudian mereka tidak ada kegiatan, ya mungkin besok akan mereka ambil lagi," jelasnya.

Selain ketepatan sasaran, Hiswana Migas juga menempatkan ketepatan volume dan mutu sebagai perhatian utama dalam penyaluran BBM.

"Kita dari tahun ke tahun punya target yang sama, punya komitmen yang sama: penyaluran BBM tepat sasaran, penyaluran BBM tepat volume, dan penyaluran BBM tepat mutu," kata Ledryk Lakenila.

Ia menegaskan, kualitas BBM juga menjadi perhatian penting di Papua karena harga kendaraan relatif tinggi sehingga penggunaan BBM dengan mutu yang tidak baik dapat berdampak pada kendaraan masyarakat.

Di sisi pelayanan, Hiswana Migas mendorong seluruh SPBU untuk meningkatkan kebersihan dan keselamatan, termasuk menjaga kebersihan toilet dan musala.

"Pelayanan-pelayanan seperti itu yang kita terus ke depan selalu perhatikan: kebersihan dan safety. Apalagi cuaca panas seperti ini, kita pasti mau perhatikan safety. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....