Pemprov Papua Dorong 3.000 Lebih ASN Segera Susun SKP
- 14 Sep 2026 19:12 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Lebih dari 3.000 ASN Pemerintah Provinsi Papua belum menyusun Sasaran Kinerja Pegawai atau SKP. Pemprov Papua menargetkan penyelesaian SKP tersebut turun signifikan dalam pekan ini.
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait, menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam apel gabungan. Apel berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Papua, Senin, 14 September 2026.
Christian mengatakan jumlah pegawai Pemprov Papua mencapai sekitar 7.000 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 3.000 pegawai belum menyusun SKP.
“Di data kepegawaian masih ada 3.000 orang yang belum menyusun SKP,” kata Christian. “Kita punya pegawai 7.000, berarti hampir setengah.”
Christian meminta seluruh kepala OPD membantu pegawai menyelesaikan penyusunan SKP selama pekan ini. Kendala terkait penandatanganan pejabat juga diminta segera dikoordinasikan dengan kepegawaian.
“Tolong dibantu, kita akan pantau selama minggu ini,” ujarnya. “Kita berharap jumlahnya bisa turun jauh supaya SKP kita bisa selesai.”
Menurut Christian, SKP berkaitan dengan penilaian kinerja masing-masing pegawai. Karena itu, setiap ASN diminta menyelesaikan SKP tanpa bergantung pada pegawai lainnya.
Christian mengatakan penyelesaian SKP juga menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemprov Papua. Sistem tersebut akan memetakan pegawai berdasarkan talenta dan kinerja untuk mendukung penempatan sesuai kompetensi.
“Setelah SKP jadi, kita akan melakukan penerapan manajemen talenta,” kata Christian. “Kita memberikan porsi kepada seluruh pegawai sesuai dengan talenta mereka.”
Pemprov Papua juga akan menerapkan e-kinerja mulai tahun depan. Christian meminta ASN menyelesaikan SKP tahun ini karena dokumen tersebut menjadi salah satu bagian dalam penerapan e-kinerja.
“Mulai sekarang BKD akan sosialisasi tentang e-kinerja,” ujarnya. “Kalau tidak bikin sampai Desember, tahun depan akan susah sekali naik pangkat.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....