BESTARI SAINTEK Uncen Targetkan Partisipasi Orang Tua 70 Persen
- 14 Sep 2026 08:11 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Tim BESTARI SAINTEK Universitas Cenderawasih menargetkan partisipasi aktif orang tua mencapai 70 persen. Program tersebut mendorong orang tua mendampingi anak belajar di rumah selama satu tahun.
Ketua Tim BESTARI SAINTEK Uncen, Prof. Dr. Jonner Nainggolan, mengatakan program tersebut dikembangkan untuk memperkuat kemampuan numerasi anak di Keerom. Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat.
Program BESTARI SAINTEK menggelar FGD Desain Ekosistem Belajar Numerasi Generasi Alpha di Kabupaten Keerom. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menggali kondisi, kebutuhan, dan tantangan pembelajaran numerasi di wilayah tersebut.
Selama satu tahun, tim akan mendorong gerakan menemani anak belajar di rumah dan pembiasaan buku penghubung orang tua-guru. “Melalui gerakan ini, tim menargetkan peningkatan partisipasi aktif orang tua dalam pendampingan belajar anak di rumah dari 30 persen menjadi 70 persen," ucap dia, Senin, 14 September 2026.
Program tersebut juga menargetkan peningkatan kehadiran guru di sekolah-sekolah pilot. “Tim menargetkan peningkatan kehadiran guru dari 64 persen menjadi 80 persen,” demikian materi program BESTARI SAINTEK.

Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarrang, menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Ia berharap program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut hingga ruang kelas dan melibatkan keluarga.
“Peningkatan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Linus. “Program ini diharapkan berlanjut sampai ke ruang kelas dan melibatkan orang tua serta masyarakat kampung.”
Pemerintah bersama tim Uncen juga akan menggerakkan masyarakat melalui kampanye sosial bersama tokoh agama dan kepala kampung. Gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan pendampingan belajar anak di lingkungan keluarga.
BESTARI SAINTEK juga menyiapkan Buku Penghubung Orang Tua-Guru sebagai media komunikasi sekolah dan rumah. Buku tersebut digunakan untuk memantau perkembangan belajar anak dan memperkuat keterlibatan keluarga dalam pendidikan.
Program BESTARI SAINTEK merupakan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama LPDP. Model yang dikembangkan di Keerom diharapkan dapat direplikasi di wilayah 3T lainnya di Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....