Pdt. Arie Mabel Serukan Persatuan dan Kedamaian di Kabupaten Jayawijaya
- 09 Sep 2026 09:54 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayaoura – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua Pegunungan, Pdt. Arie Mabel, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan demi menciptakan situasi yang aman serta kondusif. Menurutnya, Kabupaten Jayawijaya memiliki posisi penting sebagai salah satu wilayah induk terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan. Karena itu, Jayawijaya diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya di Papua dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Jayawijaya adalah kabupaten induk di Provinsi Papua Pegunungan. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa daerah ini mampu menjadi contoh dalam menjaga keamanan, kedamaian, serta kerukunan antar warga,” kata Pdt. Arie Mabel, 9 September 2026.
Selain mengajak masyarakat menjaga situasi keamanan, Pdt. Arie secara khusus memberikan perhatian kepada generasi muda Papua. Ia meminta para pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu, ajakan, maupun provokasi yang dapat mengganggu proses pendidikan dan merugikan masa depan mereka.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu modal utama bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan pelaku pembangunan Papua di masa mendatang.
“Anak-anak kita yang saat ini sedang menempuh pendidikan harus fokus belajar. Jangan mudah terprovokasi atau terhasut oleh isu-isu yang belum tentu benar, apalagi sampai mengikuti kegiatan yang justru dapat merugikan diri sendiri dan masa depan,” ujarnya.
Menurut Pdt. Arie, generasi muda merupakan aset penting bagi Papua. Oleh sebab itu, waktu dan kesempatan yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk menuntut ilmu, membangun karakter, serta mempersiapkan kemampuan agar kelak mampu mengambil peran dalam memimpin dan memajukan daerah.
“Kita ingin melihat anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memimpin daerahnya. Masa depan Papua ada di tangan generasi muda, sehingga jangan sampai masa depan itu dikorbankan karena terpengaruh oleh provokasi atau kepentingan kelompok tertentu,” ucap Pdt. Arie.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayawijaya bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Kondisi yang aman dan damai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga seluruh warga.
“Keamanan bukan hanya tugas TNI dan Polri. Pemerintah daerah, para tokoh, gereja, pemuda, dan seluruh masyarakat mempunyai peran yang sama untuk menjaga daerah ini. Kalau semua bersatu dan saling menghargai, maka keamanan dan kedamaian akan lebih mudah kita wujudkan,” ucapnya.
Pdt. Arie juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, persaudaraan, dan penyelesaian setiap persoalan secara damai. Ia berharap tidak ada pihak yang mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar, terutama informasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.
“Mari kita saling merangkul, bukan saling menjauh. Kita jaga kerukunan dan persaudaraan yang sudah terbangun. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga Jayawijaya agar tetap aman, damai, dan kondusif,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....