Pulihkan Ekosistem Laut, PLN Banguan Rumah Ikan dari FABA PLTU Holtekamp
- 04 Sep 2026 20:42 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Sebanyak 50 unit rumah ikan berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) diturunkan di perairan Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Kamis (03/09/2026).
Program yang digagas PT. PLN (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini memanfaatkan sisa pembakaran batubara dari PLTU Holtekamp untuk menciptakan habitat baru bagi ikan sekaligus mendorong peningkatan hasil tangkapan nelayan.
Rumah ikan tersebut dibuat dari campuran FABA, pasir, semen, dan chipping. Modul kemudian diturunkan oleh empat penyelam dari komunitas Enak Apa Bilang (EAB) Outdoor ke dasar laut pada kedalaman 5 hingga 7 meter.
Lokasi penempatan rumah ikan berada sekitar 25 meter dari jalur perlintasan kapal, penempatan ini dilakukan untuk menjaga keberadaan struktur rumah ikan sekaligus memastikan keamanan navigasi laut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menyambut baik program tersebut. Ia menilai rumah ikan dapat menjadi habitat baru bagi ikan pesisir dan tempat berlindung bagi benih ikan dari arus kuat maupun predator.
“Proyek ini tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus memberi dampak ekonomi jangka panjang yang nyata,” kata Richard.

Menurutnya, kawasan rumah ikan juga memiliki potensi dikembangkan menjadi ruang edukasi bahari dan destinasi wisata berbasis masyarakat. Pengembangan tersebut dapat menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Perwakilan Komunitas EAB Outdoor, Fendy Joyo mengatakan, penggunaan FABA merupakan upaya mengubah limbah menjadi material yang kembali memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Kami melihat limbah batu bara ini sangat melimpah dan berpikir bagaimana FABA bisa dikembalikan ke alam dan memberi manfaat bagi biota laut maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Dhana Adhipratama menambahkan, keberadaan rumah ikan diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem laut dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

Menurutnya, jika populasi ikan laut meningkat, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh nelayan melalui peningkatan hasil tangkapan. Kawasan tersebut juga berpeluang dikembangkan sebagai lokasi wisata selam berbasis masyarakat.
Namun, ia menegaskan keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengawasi kawasan rumah ikan.
“Kunci utama keberhasilan program ini sepenuhnya terletak pada pemeliharaan, pengawasan, dan sense of belonging masyarakat Holtekamp,” ungkapnya.
Ditegaskan Dhana Adhipratama, program rumah ikan FABA menjadi bagian dari komitmen PLN menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pemanfaatan FABA diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sisa pembakaran, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir Holtekamp.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....