Lima Penumpang Speedboat yang Hilang di Perairan Saireri Ditemukan Selamat
- 30 Agt 2026 11:20 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Lima orang yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Waropen, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kelima korban ditemukan oleh KM Masirei pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 06.55 WIT di perairan Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, penemuan tersebut merupakan hasil operasi pencarian tim SAR gabungan yang berlangsung selama tujuh hari, sejak 23 hingga 29 Agustus 2026.
"Telah ditemukan korban lima orang yang selama ini dinyatakan hilang, penumpang dan motoris speedboat dari Serui atau Kepulauan Yapen menuju Waropen," kata Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito, Sabtu (29/08/2026)

Dijelaskan Kabid Humas Polda Papua, kelima orang tersebut masing-masing atas nama Amsal Yowei sebagai motoris, Malfin Yowei sebagai penumpang, serta tiga anggota Polri yakni Bripda. Lamek Abon, Bripda. Farel Raunsai, dan Bripda Melfin Maniani.
Berdasarkan laporan tim di lapangan, KM. Masirei yang bertolak dari Biak menuju Nabire melihat speedboat yang ditumpangi kelima korban pada posisi sekitar 11 mil laut dari Pulau Moor, Kabupaten Nabire.
Setelah ditemukan, sekitar pukul 07.00 WIT, kelima korban dinaikkan ke atas KM Masirei. Kapal kemudian melanjutkan pelayaran menuju Kabupaten Nabire.
Pemeriksaan awal oleh tenaga medis yang berada di KM Masirei menunjukkan seluruh korban dalam kondisi sehat.
"Alhamdulillah, puji Tuhan, seluruh penumpang dan motoris dinyatakan selamat," ujar Kombes. Pol. Cahyo.
Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas Biak, SAR Yapen, SAR Nabire, TNI AL Biak, Koramil Waropen, Kodim Yapen, Satpolairud Polres Waropen, Satpolairud Polres Kepulauan Yapen, serta Satpolairud Polres Nabire.
Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan, mulai dari Pulau Waropen, Pulau Yapen, Teluk Cenderawasih hingga perairan Saireri. Pemantauan dari udara juga dilakukan untuk membantu menemukan keberadaan korban.

Selain itu, pada 23 Agustus 2026, Tim SAR telah mengeluarkan Berita Stasiun Radio Pantai (SROP) kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian untuk membantu pencarian.
Menurut Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito, berdasarkan keterangan sementara dari motoris dan para penumpang, speedboat tersebut mengalami masalah setelah berangkat dari Serui sekitar pukul 05.00 WIT.
Saat perjalanan, kondisi cuaca dilaporkan berkabut dan gelombang laut cukup tinggi.
"Informasi dari motoris dan para penumpang sementara, akibatnya adalah karena cuaca buruk. Mereka berangkat dari Serui pada pagi hari sekitar pukul lima pagi. Pada saat itu cuaca sedang berkabut dan gelombang tinggi," jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih akan mendalami bagaimana kelima korban dapat bertahan selama beberapa hari hingga akhirnya ditemukan di tengah laut.
"Pada saat ditemukan, mereka berada di tengah laut. Sementara nanti kita akan dalami, selama ini mereka terdampar di mana atau apakah selama lima hari itu berada di perairan," tutur Kabid Humas Polda Papua.
Setelah tiba di Nabire, kelima korban menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh tim kesehatan SAR Nabire dan Biddokkes Polda Papua Tengah.
Selanjutnya, setelah kondisi mereka dinyatakan fit, para korban direncanakan diserahkan kepada Polda Papua melalui Kapolres Waropen untuk dipulangkan.
Kapolres Waropen juga telah bertolak menuju Kabupaten Nabire untuk menindaklanjuti proses evakuasi dan pemulangan kelima korban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....