Tokoh Papua Kecam Penyanderaan Sembilan Warga Sipil di Jila
- 28 Agt 2026 08:28 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Yeri Stenly Hamadi, mengecam penyanderaan sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ia menegaskan masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban konflik maupun dijadikan alat politik oleh pihak mana pun.
“Saya turut prihatin dan mengecam keras tindakan yang telah dilakukan oleh TPNPB/kelompok kriminal bersenjata yang telah melakukan penyanderaan terhadap masyarakat sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika,” kata Yeri di Jayapura, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, perempuan dan anak-anak tidak seharusnya menjadi korban maupun sasaran dalam konflik.
“Bagi saya, masyarakat sipil tidak boleh dijadikan korban konflik dan bukan merupakan alat politik. Tidak boleh masyarakat sipil, terlebih perempuan dan anak-anak, dijadikan sasaran ataupun disandera oleh pihak mana pun,” ujarnya.
Yeri meminta seluruh warga sipil yang disandera segera dibebaskan dan dapat kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat.
Ia juga meminta aparat melalui Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz melakukan penegakan hukum terhadap kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat.
“Kami juga meminta kepada pihak keamanan, dalam hal ini Satgas Damai Cartenz, agar segera melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap kelompok-kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat di Tanah Papua,” katanya.
Selain itu, Yeri mengapresiasi Satgas Damai Cartenz yang telah mengungkap kasus pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awe.
Ia berharap proses hukum terhadap pihak yang terlibat tetap dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Yeri juga mengimbau masyarakat Papua, khususnya warga Mimika, tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi yang akurat dari pihak keamanan dan kepolisian,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....