Korem 172/PWY Siagakan Personil dan Peralatan untuk Antisipasi Karhutla di Papua
- 27 Agt 2026 14:08 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Korem 172/Praja Wira Yakti meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua dan Papua Pegunungan.
Danrem 172/Praja Wira Yakti, Brigjen. TNI. Robby Suryadi, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik yang menjadi perhatian, khususnya di Biak dan Wamena.
"Kita melihat ada beberapa titik api, khususnya di Provinsi Papua yaitu di Biak, kemudian di Wamena ada satu titik, tapi memang belum berdampak terlalu besar," kata Brigjen. TNI. Robby Suryadi, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, Korem 172/Praja Wira Yakti mendorong pembentukan satuan tugas di setiap kabupaten dengan melibatkan Kodim, Polres, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, Korem 172/PWY telah mengirimkan empat unit kendaraan pemadam kebakaran untuk mendukung penanganan karhutla di Papua Pegunungan.
"Sekarang sudah ada di Biak, mudah-mudahan hari ini bisa terbang ke Wamena untuk mendukung kegiatan ini," ujarnya.
Danrem juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia meminta setiap aktivitas pembakaran lahan dilakukan secara terkoordinasi dan diawasi agar api tidak meluas.
"Kalau mau bakar, tetap diawasilah. Jangan sampai tidak diawasi, tidak ditunggui, kemudian dibiarkan menyebar ke mana-mana. Itu yang paling kita takutkan," tegasnya.
Untuk wilayah Wamena, Brigjen. TNI. Robby Suryadi menyebut titik yang sempat menjadi perhatian berada di kawasan Wouma. Namun, kondisi tersebut telah berhasil dipadamkan dan dampaknya relatif kecil.
"Di Wamena sempat ada, tapi sudah padam. Memang relatif masih tidak terlalu besar seperti wilayah-wilayah lainnya. Kemudian di Biak sudah ditangani," jelasnya.
Sementara itu, terkait sejumlah titik yang terlihat pada aplikasi Sistem Monitoring Karhutla, Brigjen. TNI. Robby Suryadi mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menganggap seluruh titik panas sebagai kebakaran.
Menurutnya, titik yang muncul pada aplikasi dapat berupa indikasi panas yang belum tentu merupakan titik api di lapangan.
"Kalau di aplikasi SiPongi memang ada beberapa titik, titik kuning, titik merah. Tetapi dalam aplikasi tersebut belum tentu titik panas itu merupakan titik api," ujarnya.
Danrem berharap kewaspadaan dan koordinasi seluruh pihak terus diperkuat sehingga tidak terjadi perluasan titik kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang relatif kering di sejumlah wilayah Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....