Danrem 172/PWY Ajak Berbagai Tokoh untuk Menjaga Keerom yang Aman & Damai

  • 27 Agt 2026 17:07 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yakti, Brigjen. TNI. Robby Suryadi, mengajak tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan Danrem saat menggelar tatap muka bersama tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Yonif TP 815/Wor Gir Tasem, Kabupaten Keerom, Kamis (27/8/2026).

Brigjen. TNI. Robby Suryadi mengatakan, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang untuk bertukar pikiran, menyerap aspirasi dan membangun kesamaan pandangan dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan.

"Lebih kepada kesempatan yang baik untuk bisa duduk bersama, berbicara dari hati ke hati dan saling mendengarkan serta membangun kesamaan pandangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Brigjen. TNI. Robby Suryadi.

Menurutnya, Keerom memiliki posisi strategis karena merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Keerom juga memiliki potensi besar sebagai basis pangan dan wilayah pengembangan hilirisasi.

"Keerom ini adalah kabupaten yang sebetulnya mewakili Indonesia, jadi etalasenya Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya dengan negara Papua Nugini," tuturnya.

Danrem juga menyebut keberagaman masyarakat Keerom dari berbagai suku merupakan kekuatan yang harus dipelihara. Kerukunan yang terjaga dinilai menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan daerah.

Namun, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan, seperti persoalan hak ulayat, pemalangan, peredaran minuman keras dan ganja, serta provokasi dan hoax di media sosial.

Danrem 172/Praja Wira Yakti, Brigjen. TNI. Robby Suryadi, menggelar tatap muka bersama tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, yang berlangsung di Yonif TP 815/Wor Gir Tasem, Kabupaten Keerom (Foto: Arull)

Danrem juga meminta seluruh persoalan tersebut dikedepankan melalui komunikasi dan musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat serta aparat keamanan.

"Kuncinya itu komunikasi, kemudian musyawarah, deteksi dini dan informasi yang benar," tegas Danrem.

Danrem menempatkan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka dinilai memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan meluruskan informasi yang belum tentu benar.

"Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan paguyuban yang hadir di sini bukan objek pengamanan bagi kami, tetapi mitra dalam menjaga keamanan Keerom ini," ujarnya.

Selain keamanan, Brigjen. TNI. Robby Suryadi mendorong masyarakat mendukung berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur dan program ketahanan pangan.

Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan program pembangunan jembatan perintis atau Jembatan Garuda yang menjadi salah satu program strategis TNI Angkatan Darat.

Di sisi lain, perlindungan terhadap generasi muda menjadi perhatian Danrem. Ia mengingatkan bahaya minuman keras, narkotika, termasuk ganja, serta pengaruh negatif informasi di media sosial.

"Yang paling penting, lindungi generasi muda," tutur Danrem.

Danrem 172/Praja Wira Yakti, Brigjen. TNI. Robby Suryadi (Foto: Arull)

Sementara itu, Kepala Suku Wikaya sekaligus tokoh adat Kabupaten Keerom, Herman Yoku, mengapresiasi pertemuan yang digagas Danrem.

Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan sinergi antara masyarakat dengan aparat keamanan.

"Peran tokoh-tokoh adat kita sangat kuat dan peran tokoh agama, akhirnya Keerom dinyatakan Keerom damai sampai detik hari ini," kata Herman.

Ia berharap kondisi damai di Keerom dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Papua, khususnya wilayah yang memiliki karakteristik sebagai daerah perbatasan.

Apresiasi yang sama juga diungkapkan oleh Elisabeth Abar, salah satu tokoh perempuan Keerom, Elisabeth Abar, berharap TNI semakin meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, terutama melalui personil yang bertugas di kampung-kampung.

Ia juga meminta wilayah tapal batas mendapat perhatian lebih dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat.

"Kerja sama yang baik ke depannya, koordinasi ditingkatkan," ujar Elisabeth.

Elisabeth turut berharap anak-anak Keerom yang ingin bergabung dengan TNI mendapat kesempatan dan perhatian lebih.

“Kalau bisa nanti anak anak Keerom bisa lebih diperhatikan, sehingga bisa lebih banyak lagi yang bisa menjadi bagian dari keluarga besar TNI dalam mengawal beranda Timur NKRI,” tegas Elisabeth.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....