Papua Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
- 26 Agt 2026 14:36 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi Forkopimda setelah BMKG memaparkan potensi kondisi kering hingga November.
Gubernur Papua, Matius Fakhiri, mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah sejak dini agar tidak terkejut ketika kebakaran terjadi. Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta melakukan langkah serupa bersama Forkopimda setempat.
“Kita harus dari sekarang mengambil langkah cepat dan kolaborasi,” kata Fakhiri usai Rapat Koordinasi, Rabu, 26 Agustus 2026. “Kalau muncul titik api, kita bisa sama-sama menanganinya di tahap awal sehingga tidak menyebar meluas.”
Fakhiri mengatakan kondisi angin di Papua dapat mempercepat penyebaran kebakaran. Karena itu, penanganan titik api sejak awal diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Menurut Fakhiri, kesiapan TNI dan Polri menjadi bagian dari langkah antisipasi tersebut. Personel dapat dikerahkan apabila kebakaran sudah meluas dan membutuhkan dukungan pemerintah.
“Prajurit TNI-Polri sangat siap untuk digerakkan apabila sudah menyebar luas,” ujarnya. “Prajurit bisa kita tempatkan di garis depan membantu pemerintah mengatasi kebakaran.”
Fakhiri juga menyebut sarana water cannon TNI dan Polri dapat dimanfaatkan dalam kondisi tertentu. Kendaraan tersebut dapat membantu kebutuhan air masyarakat saat kekeringan sekaligus menyemprot lahan yang terbakar.
“Apabila terjadi kekeringan, masyarakat butuh air, bisa dipakai juga water cannon,” katanya. “Apabila butuh menyemprot lahan terbakar, ada juga mobil water cannon.”
Fakhiri meminta koordinasi penanganan dilakukan hingga tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, langkah bersama diperlukan karena periode potensi kekeringan dan kebakaran berlangsung cukup panjang.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum untuk menyamakan langkah antara pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri. Fakhiri berharap arahan pimpinan TNI dan Polri di tingkat provinsi diteruskan kepada jajaran di kabupaten dan kota.
Fakhiri sebelumnya juga mengingatkan masyarakat dan pengusaha tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah munculnya titik api selama periode rawan kekeringan.
“Panas ini sampai November dan potensi kebakaran sangat besar,” ujar Fakhiri. “Karena itu, kita harus melakukan langkah pencegahan sejak sekarang.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....