Menjaga Warisan Leluhur di Era Digital: Kuis Digital, Lestarikan Bahasa Muara Tami
- 20 Agt 2026 14:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya pop digital, eksistensi bahasa daerah di Tanah Papua menghadapi tantangan yang semakin nyata. Generasi muda yang tumbuh sebagai digital natives kerap mengalami pergeseran bahasa (language shift). Kosakata dasar bahasa ibu yang menjadi cerminan nilai adat dan ekosistem lokal pun semakin jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari.
Keprihatinan tersebut mendorong tim dosen Universitas Yapis Papua (UNIYAP), yang diketuai Dr. Rasna, ST., M.Cs., bersama anggota Siti Nurhayati, S.Kom., M.Kom., dan Tenri Ugi Irianto, S.Pd., M.Pd., untuk menghadirkan inovasi dalam pelestarian bahasa daerah.
Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) yang didukung Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026, tim menginisiasi program bertajuk “Pelestarian Bahasa Daerah Muara Tami melalui Kuis Digital Kosakata Dasar pada Website Sekolah” di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) YAPNI Koya.

Selama ini, upaya pelestarian bahasa daerah di sekolah sering kali terkendala metode pembelajaran yang monoton. Modul cetak satu arah dan metode ceramah pasif membuat muatan lokal kerap dianggap sebagai beban administratif yang membosankan bagi siswa. Padahal, para pelajar memiliki tingkat kepemilikan dan kebiasaan menggunakan gawai yang cukup tinggi.
Melihat kondisi tersebut, tim UNIYAP berinisiatif menjembatani kesenjangan dengan mengoptimalkan penggunaan gawai sebagai sarana edukasi yang produktif. Website resmi MTsS YAPNI Koya yang sebelumnya lebih banyak berfungsi sebagai media informasi sekolah direvitalisasi menjadi pusat asesmen dan literasi digital yang interaktif.
Melalui pendekatan gamifikasi, materi kosakata dasar bahasa Muara Tami yang mencakup kategori alam, anggota tubuh hingga kekerabatan dikonversi menjadi permainan kuis digital berbasis web. Kuis tersebut dirancang kompetitif, menyenangkan, dan dapat diakses langsung oleh siswa melalui ponsel pintar.
Program yang melibatkan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat, dewan guru serta pakar dari Balai Bahasa Provinsi Papua ini berhasil menghimpun dan memvalidasi ratusan kosakata baku. Tidak hanya berhenti pada kamus digital, sistem tersebut juga dilengkapi fitur evaluasi formatif secara berjenjang.
Hasil evaluasi kuantitatif program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa. Berdasarkan uji komparasi pre-test dan post-test terhadap siswa MTsS YAPNI Koya, skor rata-rata kelas meningkat dari 56,2 melalui metode konvensional menjadi 84,5 setelah siswa menggunakan kuis digital.
Peningkatan sebesar 28,3 poin tersebut menunjukkan bahwa pendekatan gamifikasi berbasis web dapat membantu meningkatkan retensi memori dan pemahaman siswa terhadap bahasa daerah.
Selain itu, tingkat keterlibatan siswa (user engagement) juga menunjukkan tren positif. Log aktivitas web mencatat sesi akses mandiri siswa mencapai lebih dari 120 sesi per minggu. Hal ini menunjukkan modul tersebut tidak hanya digunakan saat jam pelajaran, tetapi juga diakses siswa di luar jam sekolah.
Di sisi lain, para guru kini memiliki kemandirian dalam merancang butir soal digital serta memperbarui konten pada website secara berkala.
Keberhasilan program di MTsS YAPNI Koya diharapkan dapat menjadi role model atau percontohan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya. Dengan memadukan kearifan lokal dan inovasi teknologi informasi, warisan budaya leluhur Distrik Muara Tami tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat diperkenalkan dan menjadi bagian dari kehidupan generasi muda di era digital.
Penulis: Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Yapis Papua (UNIYAP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....