Menembus Keterisolasian Ugimba, Merah Putih Berkibar di Kaki Gunung Cartenz

  • 17 Agt 2026 14:00 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Prajurit Koops TNI Habema berhasil menembus wilayah Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan dinamika keamanan. Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan pengibaran Bendera Merah Putih di wilayah kaki Gunung Cartenz, Senin (17/08/2026).

Dansatgas Habema, Brigjen. TNI. Persada Alam menjelaskan, Ugimba merupakan wilayah pegunungan dengan medan yang sulit dijangkau. Akses transportasi terbatas, jalur terjal, hutan lebat, serta perubahan cuaca ekstrem menjadi tantangan dalam mobilitas menuju wilayah tersebut. Kondisi itu turut menyebabkan interaksi masyarakat dengan unsur pemerintahan dan aparat keamanan selama sekitar 15 tahun berlangsung secara terbatas.

“Dalam rangka menjalankan tugas pengamanan wilayah, prajurit Koops TNI Habema bergerak menuju Ugimba dengan menyusuri jalur pegunungan, lembah, dan kawasan hutan. Selain melaksanakan patroli, personel juga melakukan pemantauan situasi serta membangun komunikasi dengan masyarakat setempat,” kata Brigjen. TNI. Persada Alam.

Dijelaskan, tantangan operasi semakin berat karena prajurit harus menghadapi suhu dingin pegunungan yang dapat mencapai sekitar 5 derajat Celsius, perubahan cuaca yang cepat, serta keterbatasan dukungan medan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi pelaksanaan tugas pengamanan dan upaya menghadirkan kehadiran negara di wilayah terpencil.

Keberadaan prajurit di Ugimba kemudian mencapai momentum penting saat Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dilaksanakan. Pengibaran Merah Putih menjadi simbol kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah yang selama ini mengalami keterisolasian.

Sementara itu, Pangkoops TNI Habema, Mayjen. TNI. Yudha Erlangga mengatakan, keberhasilan prajurit mencapai Ugimba merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga keutuhan NKRI sekaligus memastikan kehadiran negara dapat dirasakan hingga wilayah yang sulit dijangkau.

“Medan berat, keterbatasan akses, dan kondisi alam yang ekstrem bukan menjadi penghalang bagi prajurit TNI dalam melaksanakan tugas. Setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian dari pengabdian untuk menjaga keamanan wilayah dan memastikan Merah Putih tetap berkibar di seluruh penjuru negeri,” ujar Mayjen. Yudha Erlangga.

Ditegaskan, kehadiran prajurit di Ugimba juga diharapkan membuka kembali ruang interaksi antara masyarakat dengan unsur negara. Kondisi keamanan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas sosial masyarakat, pelayanan pemerintahan, kegiatan adat, serta kehidupan ekonomi dapat berlangsung secara lebih aman.

Dalam kerangka Papua Jalan Damai, pelaksanaan tugas pengamanan tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalani kehidupan secara normal dan membangun kembali kepercayaan serta komunikasi dengan unsur negara.

Pengibaran Merah Putih di Ugimba menjadi penanda penting dari proses tersebut. Dari kaki Gunung Cartenz, berkibarnya Sang Merah Putih menunjukkan bahwa keterbatasan akses dan beratnya kondisi geografis tidak menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

Bagi Koops TNI Habema, keberhasilan mencapai Ugimba bukan semata-mata keberhasilan menembus medan pegunungan, melainkan bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara, menjaga keamanan, dan membangun kedekatan dengan masyarakat di salah satu wilayah paling sulit dijangkau di Papua Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....